Sabtu 03 April 2021, 20:13 WIB

Kemendag Bidik Peningkatan Ekspor ke Tiongkok

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Kemendag Bidik Peningkatan Ekspor ke Tiongkok

Dok.Pelindo
Ilustrasi

 

Kementerian Perdagangan membidik peningkatan ekspor RI ke Tiongkok sebagai upaya memperkuat kerja sama bilateral kedua negara melalui kunjungan kerja sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju ke Tiongkok, yang dijadwalkan berlangsung pada 1-3 April 2021.

Para menteri dalam delegasi tersebut yaitu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.

"Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor Indonesia ke Tiongkok menjadi US$100 miliar pada 2024," ungkap Mendag Lutfi melalui keterangan resmi diterima di Jakarta, Sabtu (3/4).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ekspor Indonesia ke Tiongkok pada 2020 tercatat sebesar 31,78 miliar dolar AS atau naik 13,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara total perdagangan kedua negara di tahun yang sama tercatat sebesar US$71,41 miliar dolar AS.

Sejumlah pertemuan diagendakan dalam kunjungan kerja para Menteri tersebut, di antaranya pertemuan dengan pejabat pemerintah Provinsi Fujian, Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Zhang Ziangchen, serta state councillor/Menteri Luar Negeri RRT, Wang Yi. Mendag Lutfi juga bertemu dengan Chairman China Agricultural Wholesale Market Association (CAWA) Ma Zengjun dan Chairman Shandong Timber and Wood Association Yang Yuelu.Selain itu para pelaku usaha Tiongkok yang fokus pada perdagangan produk pertanian, perikanan, dan furnitur.

Mendag Lutfi menyampaikan hasil dari kunjungan kerja tersebut yaitu Indonesia berhasil mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok senilai US$1,38 miliar atau Rp20,04 triliun.

“Kesepakatan dagang tersebut berasal dari komitmen enam perusahaan Tiongkok yang akan mengimpor produk sarang burung walet, buah tropis khususnya nanas, porang, gula aren dan furnitur,” jelasnya.

Untuk produk furnitur, menurut Mendag Lutfi, Shandong Jinruyi Group mengungkapkan minatnya melakukan investasi di Indonesia yang diperkirakan bisa menyerap hingga 3.000 tenaga kerja.

Selain kesepakatan dagang dan investasi, Mendag Lutfi mengungkapkan kedua negara sepakat menjajaki kerja sama ekonomi yang lebih dalam dengan melakukan pembaruan dari skema bilateral Economic and Trade Cooperation yang telah terjalin sejak 2011 menjadi Trade and Investment Facility Agreement (TIFA).

Indonesia dan China juga sepakat mengoptimalisasi kesepakatan yang telah terjalin seperti dalam skema ASEAN-China FTA dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Kedua negara juga sepakat memperkuat perdagangan multilateral dalam kerangka World Trade Organization (WTO). Pemerintah Tiongkok berharap Indonesia dapat mendukung proposal Investment Facilitation yang sedang digagas di WTO.

Secara umum, ketiga menteri menyepakati penguatan komitmen kedua negara soal isu kawasan, kerja sama ekonomi, investasi, pendidikan, serta penanganan pandemi, pemulihan ekonomi, dan percepatan vaksinasi. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Antara/Indrianto Eko Suwarso

Serapan Program PEN 2021 Sudah Lebih dari Rp200 Triliun

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 24 Juni 2021, 21:24 WIB
Dia menyebutkan, hingga 18 Juni 2021, realisasi program PEN 2021 telah mencapai Rp226,63 triliun, atau 32,4% dari total anggaran sebesar...
Ist/PG Bungamayang

Mulai Giling, Pabrik Gula Bungamayang Siap Produksi 55 Ribu Ton

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 Juni 2021, 20:27 WIB
SEVP Operation I Budi Susilo mengatakan tahun 2021 ini, Pabrik Gula Bungamayang akan memproduksi gula dari 55 ribu ton tebu dari kebun...
Antara/Anis Efizudin.

Kemenhub Ajak Pemda dan Pengelola Tempat Wisata Majukan Kendaraan KSPN

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 Juni 2021, 20:01 WIB
Ajakan itu juga diharapkan dapat mendorong prinsip berkelanjutan di tengah kawasan pariwisata. Ini karena layanan itu berdampak baik bagi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Diplomasi Jalur Rempah di Kancah Dunia

Perjalanan sejarah Indonesia terasa hambar tanpa aroma rempah. Warisan sosial, ekonomi, serta budaya dan ilmu pengetahuan itu kini dikemas dan disodorkan kepada dunia untuk diabadikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya