Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Syailendra membantah adanya praktik soal daging sapi dioplos atau dicampur dengan daging kerbau di pasaran.
Hal ini merespon pernyataan dari Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong (Gapuspindo) Joni P. Liano yang menyebut, pihaknya menemukan aksi oplosan tersebut.
"Terkait oplosan, enggak ada yang mengoplos. Cuma bilang daging rendang, ya dikasih itu (daging kerbau). Kecuali dia (konsumen) beli daging sapi, dia dibohongi. Tapi dia bilang beli daging kerbau ya dikasih itu. Jadi enggak ada itu," ujar Syailendra saat diskusi virtual 'Mahalnya Harga Daging Sapi dan Kerbau : Apa Solusinya?' secara virtual, Senin (29/3).
Dia menegaskan, tidak ada pelarangan soal penjualan daging kerbau di pasar. Syailendra menegaskan, sampai saat ini pihaknya belum menemukan praktik oplosan daging sapi itu.
"Kalau akses daging kerbau di pasar, memang enggak ada aturan yang melarang. Aturan mana yang melarang daging kerbau dijual ke pasar?" ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan Kemenko Perekonomian Pujo Setio mengakui, adanya kebutuhan daging kerbau terkait kelangkaan daging sapi. Namun, dia menegaskan tidak boleh ada praktik oplosan yang beredar di masyarakat.
"Tetap harus membedakan harga daging sapi dan kerbau, dan tidak boleh ada oplosan untuk industri, serta di waktu-waktu tertentu, seperti Idul Fitri," tuturnya.
Pujo pun meminta distributor daging di Tanah Air untuk tidak melakukan praktik ilegal tersebut. Pemerintah diakuinya akan mengawas soal distribusi tersebut.
"Ini yang harus kita cek kembali dan kami mohon teman-teman distributor untuk mengatur sedemikian rupa supaya tidak terjadi rembesan," pungkasnya. (OL-8)
Sudaryono menegaskan harga sapi di kandang peternak saat ini terpantau masih berada di bawah batas acuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Kontes Ternak dan Bursa Sapi Potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sapi yang dirawat dengan baik akan tumbuh menjadi besar hingga beratnya bisa mencapai 500 kilogram. Ukuran itu dapat memproduksi banyak daging.
Emilia Achmadi, seorang ahli Gizi Olahraga yang merupakan lulusan Universitas Oklahoma, mengungkapkan bahwa kualitas daging sapi lokal dan impor dapat berbeda.
pengorbanan juga bisa dilakukan di lingkup yang paling kecil mulai dari level keluarga bahkan hingga rela berkorban demi bangsa dan negara.
Stok hewan kurban di Sulsel sangat mencukupi tahun ini, dengan ketersediaan sapi, kerbau, dan kambing jauh melebihi kebutuhan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved