Selasa 23 Maret 2021, 02:30 WIB

Komoditas Pertanian & Pertanian Digital Jadi Perhatian Pemerintah

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Komoditas Pertanian & Pertanian Digital Jadi Perhatian Pemerintah

MI/Ahmad Safuan
Lahan pertanian jagung di Blora, Jawa Tengah

 

PEMERINTAH okus pada pengembangan pertanian digital hingga pengolahan komoditas pertanian untuk memiliki nilai tambah dalam program pembangunan jangka menengah hingga 2024.

Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas, Anang Noegroho, mengatakan, di Jakarta, Senin, dua strategi besar pemerintah untuk sektor pertanian yang tertuang dalam RPJMN 2020-2024 yaitu meningkatkan ketersediaan akses dan kualitas konsumsi pangan serta meningkatkan nilai tambah, tenaga kerja, dan investasi di sektor riil dan idustrialisasi.

Dari strategi pertama, dia menyebut dimulai dari bagaimana meningkatkan kualitas konsumsi, keamanan, serta juga fortifikasi dan biofortifikasi pangan untuk meningkatkan nilai gizi suatu pangan. Menurutnya, strategi ini jauh berbeda dari RPJMN sebelumnya yang banyak berorientasi hanya pada produksi.

"Pondasi kedua, meningkatkan ketersediaan tanaman pangan, dan pangan hasil laut secara berkelanjutan untuk menjamin stabilitas stok dan harga kebutuhan pokok," kata dia.

Selanjutnya pemerintah berfokus pada peningkatan produktivitas sumber daya manusia yang berkelanjutan di bidang pertanian dan kepastian pasar, peningkatan produktivitas sumber daya pertanian berkelanjutan dan digitalisasi pertanian, serta perbaikan tata kelola sistem pangan nasional.

Baca juga : Mentan SYL Motivasi Mahasiswa Pertanian Medan Jadi Motor Pertanian

"Yang kiita perlukan adalah perbaikan sistem tata kelola pangan nasional. Kelima pondasi itu menjamin pilar ketersediaan akses dan kualitas konsumsi pangan," kata dia.

Ke depannya, lanjut dia, kebijakan pemerintah akan mengarah pada mengintensifkan pertanian digital atau pertanian yang presisi, pengembangan pangan lokal, diversifikasi produk pangan, korporasi petani, pembiayaan inklusif, dan sistem pangan berkelanjutan.

Selanjutnya pada strategi kedua, dia menekankan pada nilai tambah dari produk pertanian dengan pengolahan hasil pertanian, kehutanan, perikanan, kelautan, dan nonagro yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

"Yang paling prioritas adalah membangun industri pengolahan berbasis pertanian, kehutanan, perikanan, kelautan, dan nonagro yang terintegrasi hulu dan hilir," katanya.

Pokok dari intervensi pemerintah ialah output yang menggambarkan adanya hilirisasi industri pertanian, pendekatan yurisdiksi berkelanjutan atau pendekatan lansekap, mempraktikan budidaya berkelanjutan, pengembangan sertifikasi, pengembangan agroforestri, dan keterlacakan. (Ant/OL-7)

Baca Juga

DOK BANK BRI

Dampingi Presiden Salurkan BPUM, Dirut BRI Ungkap Strategi Optimalkan Penyaluran BPUM 2021

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 02 Agustus 2021, 09:28 WIB
Sampai dengan saat ini, tercatat jumlah penerima BPUM 2021 melalui BRI berjumlah 8,2 juta penerima dengan total jumlah bantuan yang...
XL Axiata

XL Axiata bakal Akuisisi 66% Saham Link Net

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:58 WIB
Hal ini ditandai lewat penandatanganan kesepakatan tidak mengikat XL Axiata dengan pemegang saham mayoritas Link...
Dok MI

Serapan Anggaran Daerah Rendah karena Pemda Incar Bunga Bank

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:12 WIB
Imbal hasil, atau bunga yang diterima pemerintah daerah dari perbankan, kata Amir, masuk ke dalam...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya