Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

PT AIMS Penuhi Bursa Efek Gelar Public Expose Insidentil

Mediaindonesia.com
18/3/2021 14:24
PT AIMS Penuhi Bursa Efek Gelar Public Expose Insidentil
Bursa Efek(ANTARA)

PADA hari ini, PT Akbar Indo Makmur Stimek Tbk (AIMS) melakukan public expose insidentil untuk memenuhi permintaan PT Bursa Efek Indonesia. Hal ini karena pergerakan saham AIMS yang tidak biasa (unusual market activity) pada perdagangan 2 dan 3 Maret 2021, yang berakibat perdagangan saham perseroan di-suspend.

Atas kejadian tersebut, bursa melakukan suspend terhadap perdagangan saham AIMS terhitung pada perdagangan tanggal 5 Maret 2021 di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Suspend tersebut sebagai upaya cooling down sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham AIMS.

Perseroan beserta jajaran Direksi dan Dewan Komisaris tidak mengetahui, tidak menerima, dan tidak mendengar serta tidak membaca informasi apapun yang beredar sebagai rumor tentang Perseroan maupun personelnya yang beredar di media masa, yang menyebabkan pergerakan harga saham AIMS tidak seperti biasanya atau unusual market activity.

Perseroan yang bergerak di bidang perdagangan, jasa, dan investasi dengan berorientasi pada sektor perdagangan batubara tersebut go public sejak tahun 2001 dengan melepas 40 juta saham pada harga Rp250 per saham. 

Beberapa waktu yang lalu, posisi Perseroan masih lemah. Hal ini ditandai dengan beberapa kali mengalami pergantian pemegang saham pengendali, kinerja perusahaan yang masih merugi, arus kas dan aktivitas operasional yang masih minus. 

Pada Laporan Keuangan per 31 Desember 2020 (audited), Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp4,718 miliar, dengan laba kotor Rp231 juta dan rugi bersih Rp863 juta serta rugi bersih per saham Rp3,92. Sedangkan aset sebesar Rp20,782 miliar, liabilitas Rp8,007 miliar dan ekuitas Rp12,776 miliar.

Pada 2021 Perseroan telah memiliki sejumlah rencana dan pengembangan bisnis di antaranya menargetkan volume perdagangan sebesar 24 tongkang per tahun, dengan laba bersih positif, cashflow dari hasil operasional positif dan kemandirian dalam pendanaan operasional.

Perseroan juga sudah menetapkan strategi dan program kerja di antaranya:
•    Menyelesaikan pengurusan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Khusus (IUP-OPK) Pengangkutan dan penjualan batubara serta Exportir Terdaftar (ET).
•    Merealisasikan rencana kerjasama dengan pelabuhan Nuansa Sakti Kencana (NSK) dan kerjasama pengelolaan aset tambang.
•    Mengupaya kemitraan strategis dalam pendanaan.

Saat ini, susunan pemegang saham AIMS adalah PT Aims Indo Investama dengan kepemilikan 77,27% sekaligus sebagai pemegang saham pengendali, publik 22,73% terdiri dari Efendi Leman (5,03%) dan publik yang kurang dari 5% sebesar 17,70%, dari total saham yang mencapai 220 juta lembar. (RO/OL-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya