Jumat 05 Maret 2021, 18:03 WIB

Aptindo Siap Edukasi Petani Lokal Tingkatkan Produksi Gandum

mediaindonesia.com | Ekonomi
Aptindo Siap Edukasi Petani Lokal Tingkatkan Produksi Gandum

ANTARA/Musyawir
Kegiatan panen gandum di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

 

IMPOR kebutuhan pangan melalui mekanisme perdagangan internasional adalah suatu hal yang umum bagi negara-negara di dunia. Sebab, sangat langka suatu negara mampu memenuhi kebutuhan seluruh pangannya mandiri tanpa suplai dari negara lain.

Namun rantai pasok produk impor mulai terganggu dengan adanya Pandemi Covid-19. Di masa pandemi, banyak negara yang lebih memenuhi kebutuhan dalam negerinya dibanding mengekspor bahan makanan, hal ini tentu menjadi persoalan bagi negara pengimpor gandum seperti Indonesia.

Asosiasi Pengusaha Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) memiliki solusi dengan melestarikan petani gandum untuk terus berproduksi di tengah Pandemi Covid-19. Alhasil, konsumsi kebutuhan domestik terhadap gandum masih bisa terpenuhi meski negara pengimpor melakukan lockdown.

“Sejak lama kami telah mengedukasi para petani untuk bercocok tanam gandum. Kami mengedukasi mulai dari benih hingga tata cara menanamkan gandum. Kita mengedukasi petani bahwa gandum tidak seperti padi. Sebab, gandum bisa dijual ke segala sektor pangan,” kata Ketua Aptindo, Franciscus Welirang saat acara webinar “Potret Industri Tepung Terigu Nasional di Masa Pandemi”.

Menurut Welirang, kendati pihaknya telah mengedukasi petani gandum, namun Indonesia belum bisa sepenuh lepas dari impor gandum.

“Posisi Indonesia sebagai pengimpor gandum nampaknya tidak akan berubah karena pesatnya konsumsi kebutuhan domestik terhadap gandum baik untuk orang dan ternak,” jelasnya pada keterangan pers, Jumat (5/3).

Apalagi, tambah pria yang biasa disapa Franky ini, selama Pandemi Covid-19, ekspor produk olahan berbahan tepung terigu malah naik. Konsumsi tepung terigu secara nasional selama tahun 2019-2020 mengalami peningkatan sekitar 70%.

“Jadi selama 2019-2020, ekspor produksi olahan tepung terigu malah naik. Tahun 2019-2020 kan  saat negara kita diserang Pandemi Covid-19. Produk olahan dari tepung terigu banyak di ekspor, seperti mie instan, kue dan produk makanan berbahan dasar tepung terigu lainnya,” jelas Franky.

Atas dasar itu, Aptindo tetap mendukung pemerintah dalam hal ekspor impor untuk menciptakan keseimbangan pasar secara global. “Nah, ini lah yang disebut dengan trade balancing,” tutup Franky. (RO/OL-09)

Baca Juga

123RF

Bijak Kelola Keuangan Saat Ramadan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 13 April 2021, 22:05 WIB
Pandemi juga mengubah hampir seluruh lini kehidupan, termasuk perekonomian bahkan psikologis...
MI/Agus Mulyawan

Jokowi Tawari Merkel Kawasan Industri Khusus bagi Korporasi Jerman

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 13 April 2021, 22:01 WIB
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara membahas secara terbuka beberapa isu bilateral, seperti kerja sama di bidang kesehatan,...
DOK MI.

KPK tidak Salahkan Prosedur Penggeledahan dalam Kasus Suap Pajak

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 13 April 2021, 21:00 WIB
Pihak yang dimaksud akan dikenakan Pasal 21 UU Tipikor tentang obstruction of...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya