Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 yang terjadi selama satu tahun terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melihat hal ini, Kementerian Koperasi dan UKM mendorong pelaku UMKM agar go digital. Hal tersebut berdasarkan naiknya angka transaksi daring sebanyak 26% selama pandemi berlangsung.
Namun sebelum go digital, UMKM perlu menyiapkan diri, salah satunya dengan menentukan strategi pemasaran. Influencer marketing merupakan strategi yang dapat dipilih oleh pelaku UMKM. Berangkat dari kebutuhan ini, Analisa.io mengajak seluruh pelaku UMKM untuk mengenal lebih dalam influencer yang tepat.
Baca juga: Pemerintah Targetkan 50% UMKM Go Digital pada 2024
Analisa.io sendiri hadir sebagai sebuah software yang menyediakan analisa Instagram dan TikTok. Berdiri sejak 2019, Analisa.io membawa misi untuk membangun produk B2B yang memberdayakan seluruh jenis usaha di bidang sosial dan perdagangan. Saat ini, Analisa.io merupakan start-up Indonesia yang telah go international dengan klien yang tersebar di lebih dari 57 negara.
Sejumlah fitur yang dapat diakses oleh pelaku UMKM terbagi atas beberapa paket. Paket yang tidak berbayar pada Analisa.io memungkinkan pelaku UMKM mendapatkan analisa dasar secara gratis bagi bisnis mereka. Pelaku UMKM dapat memanfatkan profile and hashtag analytics untuk menganalisa influencer yang ditargetkan baik pada TikTok maupun Instagram.
Tidak cuma itu, program itu juga memungkinkan pelaku UMKM mengetahui profil kompetitor serta analisanya, memberikan laporan, serta memberikan historical data and analytics. Selain itu, untuk mengulik lebih dalam, Analisa.io juga menyiapkan beberapa pake.
“Kami mau berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Setidaknya ada sekitar 64 juta UMKM yang tercatat oleh Badan Pusat Statistik. Angka tersebut kami rasa sangat besar dan merupakan suatu pencapaian bagi kami jika dapat membantu memajukan para pelaku UMKM tersebut di dunia digital”, ujar Founder dari Analisa.io, Bradian Muliadi dalam siaran persnya, Senin (1/3).
Dia juga mengatakan bahwa pemahaman terkait influencer marketing sangat diperlukan oleh pelaku UMKM. “Kami memberikan solusi bagi pelaku UMKM yang bingung dalam memilih tokoh yang tepat untuk memasarkan produk atau usaha. Banyak pelaku UMKM yang telah mengeluarkan sejumlah biaya tertentu namun ternyata tokoh tersebut tidak memberikan dampak signifikan bagi mereka.”
Kedepan, mereka akan terus mengembangkan fitur sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar khususnya bagi UMKM di Indonesia. “Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan dampak yang signifikan bagi UMKM serta membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia,” ujar Bradian. (RO/A-1)
IKATAN Alumni SMAN 37 Jakarta (IKA SMAN 37) membentuk divisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam struktur organisasinya.
Ketua Koperasi TC Invest Iqbal Alan Abdullah memaparkan UMKM saat ini masih mengalami kesulitan akses pendanaan terjangkau karena persoalan administrasi, jaminan, dan manajerial.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut Rp32,1 triliun telah dicairkan untuk Program Makan Bergizi Gratis 2026, dorong PDB dan UMKM.
APUDSI adakan gala dinner pra-Rakernas 2026 untuk perkuat solidaritas anggota dan dorong ketahanan desa melalui ekonomi, pangan, dan UMKM terpadu.
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
LITERASI pajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor bahan bangunan disebut harus terus ditingkatkan. Hal itu untuk mendukung kesiapan UMKM menghadapi dinamika ekonomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved