Senin 01 Maret 2021, 13:18 WIB

Bupati Landak Dukung Program Tanam Jagung di Areal Perkebunan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Bupati Landak Dukung Program Tanam Jagung di Areal Perkebunan

DOK KEMENTAN
Bupati Landak Karolin Margret Natasa (kiri) pekan lalu menanam perdana tanaman jagung di area lahan Kelompok Tani (Poktan) Mengalir.

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) menggalakkan optimalisasi dan pemanfaatan lahan untuk pertanaman jagung. Selama ini, jagung ditanam hanya di areal tegalan saja. Kini, di lahan perhutanan dan perkebunan juga bisa dimanfaatkan. Misalnya, lahan replanting sawit yang dimanfaatkan untuk ditanami jagung oleh  Pemerintah Kabupaten Landak.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa pekan lalu melakukan penanaman perdana tanaman jagung di area lahan Kelompok Tani (Poktan) Mengalir,  Dusun Jamai, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang. Bupati menyambut baik upaya perluasan lahan untuk tanam jagung tersebut.

“Karena kalau menanam jagung di lahan replanting yang baru dibuka pasti akan belum terlalu bagus untuk tanam pertama, karena tanahnya masih keras yang sudah puluhan tahun ditanami sawit dan belum lagi ada akar dan segala macam. Ketika tanam yang kedua dan ketiga malah lebih bagus hasilnya, karena tanah sudah lebih lembut, lebih gembur, dan ada juga yang diselingi dengan tanam sayur dengan jagung. Intinya jangan biarkan tanah kita menganggur,” ungkap Karolin saat diwawancara lebih lanjut hari Sabtu (27/2).

Baca Juga: Stakeholder Siap Dukung Pengembangan Jagung Rendah Aflatoxin

Karolin juga mengingatkan para pekebun sawit mandiri yang sudah melakukan replanting lahan sawit ke tanaman jagung untuk dapat membentuk kelompok tani atau bergabung ke kelompok tani, yang bertujuan agar dapat terdaftar ke dalam data Simluhtan dan mendapatkan Kartu Tani. Bupati Landak mendorong masyarakat menanam jagung yang dikarenakan di Kabupaten Landak saat ini produksi jagungnya berada di nomor dua se-Kalimantan Barat.

“Mohon juga pendampingan dari KTNA agar para pekebun mandiri yang sekarang ini dulu merupakan plasma dari PTPN, mulai menggabungkan diri dalam kelompok-kelompok tani dan mendaftarkan dirinya ke dalam Simluhtan. Setelah di Simluhtan, nanti Kami masukkan ke dalam e-RDKK sehingga bapak dan ibu bisa membeli pupuk bersubsidi. Oleh karena itu, kedepan akan ada perubahan sistem untuk membeli pupuk bersubsidi harus menggunakan Kartu Tani,” terang Karolin.

Tanam perdana jagung di Dusun Jamai, Desa Amboyo Inti, ini memiliki luas areal sekitar 3 hektare dan bekerja sama dengan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dengan swadaya, sehingga penanaman jagung ini akan dilakukan secara bertahap.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan berharap setiap wilayah dapat memetakan potensi lahan yang belum termanfaatkan untuk bisa ditanam komoditas tanaman pangan. Ini sebagai salah satu usaha kita menjaga pasokan pangan. 

Ia mengatakan arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo untuk memperluas areal tanam, terutama menyasar ke lahan yang belum pernah ditanami tanaman pangan."Yang lebih penting lagi musti tersedia sumber air yang dapat dimanfaatkan dengan dan tanpa fasilitas sumur bor, jika belum ada sumber airnya, kita adakan bantuan fasilitasi sumur pantek/bor, supaya pertanaman dapat berkelanjutan," papar Suwandi. (R0/OL-10)

Baca Juga

Antara

Dolar AS Turun Terseret Kecemasan Inflasi

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Mei 2021, 08:05 WIB
KURS dolar Amerika tergelincir pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), terseret oleh kecemasan...
Antara

Permintaan di AS Meningkat Harga Minyak Terangkat

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Mei 2021, 07:20 WIB
HARGA minyak naik lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), terangkat oleh pembukaan kembali ekonomi Eropa dan...
Antara

Harga Emas Naik Lagi Dilecut Kekawatiran Inflasi

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Mei 2021, 07:05 WIB
HARGA emas melonjak ke tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB),kekhawatiran inflasi membuat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tempat Wisata Tetap Pilihan Utama

LIBUR Lebaran tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya