Rabu 24 Februari 2021, 19:43 WIB

Kementan Optimalkan Pascapanen dan Pemasaran Hasil Pertanian

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Optimalkan Pascapanen dan Pemasaran Hasil Pertanian

DOK KEMENTAN
Mentan Syahrul Yasin Limpo (kiri)

 

PENGEMBANGAN sistem pangan terutama penanganan pascapanen dan pemasaran hasil pertanian menjadi sangat krusial dalam menjamin dan mewujudkan ketahanan pangan nasional, terlebih dimasa pandemi covid - 19 saat ini.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan selama pandemi Covid 19 kinerja positif pertanian tidak hanya terukir lewat peningkatan nilai dan volume ekspor pertanian tetapi juga terukir lewat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ia meminta berbagai bentuk kinerja tersebut dapat dimaksimalkan melalui upaya bersama membenahi pertanian dari hulu ke hilir.

“Pertanian itu sangat strategis, permasalahan didalamnya juga sangat kompleks dan sangat mendalam, permasalahan terjadi tidak hanya sebatas di produksi, tetapi juga terjadi pada tahapan pascapanen, disinilah kami butuh input dari semuanya, dari para ahli,” ungkap Syahrul, saat menghadiri Pertemuan Perdana Pokja Ahli Ketahanan Pangan di Hotel Atria Serpong, Tangerang.

Syahrul mengungkapkan Kementerian Pertanian selama ini tidak hanya menekankan pada upaya peningkatan produksi pangan, melainkan juga pada upaya peningkatan nilai tambah, daya saing, hilirisasi, pemasaran dan ekspor produk pertanian yang diharapkan dapat memberikan efek pengganda (multiplier effect) untuk sektor pembangunan lainnya.

“Saya berharap Pokja Ahli Ketahanan Pangan ini dapat menjadi mata, telinga, sekaligus mulut dari upaya-upaya bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan kita. Saya harap upaya ini dapat membantu menyempurnakan pertanian kita dari proses budidaya hingga proses pascapanen, termasuk dalam program food estate,” ungkap Syahrul.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, mangatakan pembentukan Pokja Ahli Ketahanan Pangan ini sekaligus sebagai tindaklanjut arahan Menteri Pertanian untuk meningkatkan peran dan fungsi Badan Ketahanan Pangan dalam penanganan pascapanen dan pemasaran hasil pertanian.

“Pokja ini anggotanya terdiri dari kawan - kawan di perguruan tinggi seluruh Indonesia dan sebagian besar dari mereka adalah dekan fakultas pertanian, ada juga peneliti, pengamat dan ahli pertanian yang mewakili seluruh Provinsi di Indonesia,” jelas Agung.

Pertemuan Pokja yang perdana ini akan difokuskan pada persoalan pascapanen, pemasaran, distribusi pangan, jaminan keamanan hingga mutu pangan segar.

“Optimalisasi penanganan pascapanen dan pemasaran hasil pertanian memiliki potensi untuk dapat mengurangi Food Loss dan Food Waste, menekan disparitas harga antar wilayah, membuka kesempatan berusaha serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian, kami rasa ini sangat penting, karna isu yang akhir ini berkembang adalah terkait food sustainability," ungkap Agung.

Sebagai informasi, Pokja Ahli Ketahanan Pangan diketuai oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, dibantu oleh sekretaris dalam hal ini Sekretaris Badan Ketahanan Pangan. Sementara itu, ada 28 anggota dari latar belakang belakang beragam, mulai dari perguruan tinggi, praktisi, organisasi profesi, pemerintah dan juga unsur organisasi kemasyarakatan.

Berikut nama-nama anggota tersebut:
1. Prof. Dr. Bustanul Arifin,Universitas Lampung;
2. Prof. dr. H. Fasli Jalal, Sp.GK.,PhD., Universitas Negeri Jakarta;
3. Prof. Dr. dr. Nurpudji A. Taslim,MPH,Sp.GK.,UniversitasHassanudin;
4. Dr. Ir. Drajat Martianto, M.Sc.,Institut Pertanian Bogor;
5. Dr. Jamhari, S.P. Universitas Gadjah Mada;
6. Prof. dr. Endang Laksminingsm Achadi,MPH..Dr.PH.,Universitas Indonesia;
7. Prof. Ir. Achmad Subagio, M.Agr.PhD., Universitas Negeri Jember;
8. Prof. Dr. Ir. Posman Sibuea, MSc., Universitas Katolik SantoThomas;
9. Prof. Dr. Bernatal Saragih, S.P.M.Si., Universitas Mulawarman;
10. Dr. Ir. Sam Herodian. M.S Institut Pertanian Bogor;
11. Dr. Ir. Damianus Adar, M.Ec, Universitas Nusa Cendana;
12. Dr. Endah Sulistyawati, B.Sc.,Ph.D., Sekolah Ilmu Teknologi Hayati, Insutut Teknologi Bandung;
13. Dr. Eng Muhammad Makky S.TP., M.Si, Universitas Andaias;
14. Prof (Riset). Dr. Ir. Muhammad Noor, M.S.. Balai PertanianIahan Rawa, Kementerin Pertanian;
15. Prof. Dr. Ir. Johan Riry, MP, Universitas Pattimura;
16. Dr, Ir. Agus Irianto Sumule, Universitas Papua;
17. Laurentius H. Maturbongs, SP.,M.Sc., STIPER Santo Thomas Aquino;
18. Ir. Adhi Siswaja Lukman,Gabungan Pengusaha Makanandan Minuman Indonesia;
19. Ir. Winarno Tohir, Kontak Tani Nelayan Andalan;
20. Muhammad Nuruddin, Ketua Komite Nasional Pertanian Keluarga;
21. Ir. Sutarto Alimoeso, M.M.,Persatuan Penggilingan Padi danPengusaha BerasIndonesia Pusat;
22. Ir. Entang Sastraatmadja, M.S., Petani Center;
23. Dr. Ir. Lukmanul Hakim, M.Si.,Staf Khusus Wakil Presiden;
24. Franciscus Welirang, Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia;
25. Desianto B. Utomo, Ketua Umum Gabungan Perusahaan MakananTernak;
26. Prof. Dr. Ir. Imam Mujahidin Fahmid, M.Tdev., staf khususMenteri Pertanian;
27. Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariadi,Vice Chair Person Codex; dan
28. Dr. Ir. Riwantoro, MM., Analis Ketahanan Pangen Ahli Utama; Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian. (OL-10)

Baca Juga

MI/BAYU ANGGORO

Pos Indonesia Buka 7.700 PosAja Drop Poin di Seluruh Indonesia

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 23:25 WIB
Pembukaan PosAja Drop Point di Surabaya, juga menandai dibukanya layanan PosAja Drop Point secara serentak di...
Antara

PLN Hadirkan Listrik Premium di Kawasan El Tari Ende NTT di Hari Kemerdekaan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 22:32 WIB
Saat ini total daya mampu di sistem Flores mencapai 93,3 Megawatt (MW), dengan beban puncak tertinggi mencapai 77,25...
Dok MI

Transformasi Bisnis Perkuat PLN Hadapi Tantangan Global

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 22:01 WIB
Erick mengatakan PLN mampu mengurangi utang, bahkan saat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya