Selasa 23 Februari 2021, 21:17 WIB

Pemerintah Targetkan Susut Jaringan Tenaga Listrik sebesar 9,01%

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Pemerintah Targetkan Susut Jaringan Tenaga Listrik sebesar 9,01%

AAntara/Dedhez Anggara
Menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET)

 

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan susut jaringan tenaga listrik tahun ini sebesar 9,01%. Susut jaringan merupakan parameter efisiensi jaringan listrik yang akan berpengaruh terhadap biaya pokok penyediaan (BPP) maupun kebutuhan subsidi tersebut.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari menuturkan, realisasi susut jaringan tenaga listrik setiap tahun mengalami penurunan, dimana realisasi susut jaringan tenaga listrik pada 2018 sebesar 9,55%, realisasi pada 2019 sebesar 9,35% dan realisasi sampai dengan TW3 pada 2020 sebesar 8,39%.

"Target susut jaringan tenaga listrik tahun 2021 sebesar 9,01%. Target tahunan tersebut menjadi batas atas untuk penetapan realisasi susut jaringan tenaga listrik tahun 2021," kata Ida dalam keterangannya, Selasa (23/2).

Pihaknya menyampaikan, kebutuhan besaran subsidi listrik dalam APBN tahun 2021 sebesar Rp53,59 triliiun dengan BPP tenaga listrik sebesar Rp355,58 triliun (rata-rata sebesar Rp. 1.334,4/kWh). 

Baca juga : Penerapan SNI ISO 9001:2015 Kunci Dorong Produktivitas Industri

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menyebut, berdasarkan gambaran komposisi BPP penyediaan tenaga listrik dalam APBN 2021 tersebut, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No. 174/PMK.02/2019 yang mengatur bahwa parameter subsidi listrik antara lain meliputi besaran Specific Fuel Consumption (SFC) dan susut jaringan (losses).

"Dampak penurunan susut jaringan tenaga listrik sangat berpengaruh terhadap besaran BPP tenaga listrik. Penurunan susut jaringan tenaga listrik sebesar 1% akan berpengaruh terhadap BPP tenaga listrik sebesar Rp3,9 Triliun," jelas Munir.

Dia juga mengatakan, efisiensi penyediaan tenaga listrik ini merupakan salah satu komponen parameter yang digunakan dalam perhitungan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) maupun kebutuhan subsidi listrik.

"Pada APBN 2021, besaran biaya pembangkitan dan bahan bakar memiliki komposisi sebesar 72% dalam BPP penyediaan tenaga listrik, sedangkan untuk biaya jaringan sebesar 11% dan biaya operasi lainnya sebesar 17%," tandas Munir. (OL-7)

Baca Juga

Dok.BRI

Menilik Kisah Penjual Ikan Hias di Bogor, Meraih Cuan & Go Digital

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Maret 2021, 14:07 WIB
Awalnya, Damo hanya seorang pria yang gemar memelihara ikan dan memiliki budidaya ikan lele...
Antara/Aprillio Akbar.

Keberatan Investasi Miras, Muhammadiyah Tekankan Sumber Daya Alam

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 02 Maret 2021, 14:05 WIB
Perpres tersebut berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, kerusakan akhlak, dan meningkatnya tindak...
MI/M Irfan

Tiga Bandara RI Sabet Penghargaan ACI Aspek Higienis

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 02 Maret 2021, 14:01 WIB
Yaitu Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Husein Sastranegara (Bandung) dan Bandara Depati Amir...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya