Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Pemerintah Akselerasi Berbagai Program untuk Bantu UMKM

Mediaindonesia.com
28/1/2021 18:05
Pemerintah Akselerasi Berbagai Program untuk Bantu UMKM
Tercatat ada kenaikan pemilik bisnis yang membuat website sebesar 18,99% dari tahun sebelumnya.(Dok. Istimewa)

DIREKTUR Sistem Manajemen Investasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Ludiro, mengatakan, pemerintah mengakselerasi berbagai kebijakan untuk membantu Unit Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menghadapi persoalan di masa pandemi. 90% UMKM terganggu kegiatan usahanya akibat pandemi. 

Data Kementerian Keuangan menyebutkan, UMKM menyumbang 61,1% terhadap PDB dan 97% terdapat penyerapan tenaga kerja. Menurut Ludiro, lesunya perekonomian mikro dan menengah ini turut berpengaruh pada perekonomian nasional secara keseluruhan.

Baca juga: Muba akan Tingkatkan Produksi Pertanian dan Peternakan Sapi

“Sebelum pandemi pemerintah sudah melakukan kebijakan seperti mempercepat perizinan, memberikan bunga pinjaman ringan, pendampingan usaha, hingga penurunan tarif pajak. Di masa pandemi kami mengakselerasi program-program tersebut,” tegas Ludiro dalam keterangan yang diterima Media Indonesia, Kamis (28/1/2021).

Ludiro hadir dalam acara Niagahoster Media Meet-Up yang digelar perusahaan web hosting Niagahoster dan Kementerian Keuangan. Hadir pula Kepala Subdit Kredit Program dan Investasi Lainnya Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Dwi Apriany, dan CEO Niagahoster Ade Syah Lubis.

Menurut Dwi Apriany, pemerintah merealisasikan Program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) pada 2020 yang mencakup restorasi di sektor kesehatan, perlindungan sosial, UMKM, dan lainnya. Hingga saat ini, realisasi sementara klaster dukungan untuk UMKM sudah mencapai 96,6% dari pagu anggaran (sebesar Rp112,4 Triliun). 

"Tahun 2021 masih menjadi tahun yang menantang untuk UMKM. Namun, beberapa inisiatif ini membuahkan hasil positif bagi perekonomian secara keseluruhan, antara lain dengan kembalinya IHSG ke angka sebelum covid-19 dan pertumbuhan perekonomian yang mulai positif secara kuartal ke kuartal,” ungkap Dwi.

Menurut Ade Syah Lubis, pihaknya meluncurkan Program Etalase Digital yang bertujuan melatih UMKM secara daring, mencakup topik seputar pentingnya go online, membuat website dengan WordPress, membuat konten, branding, hingga digital marketing.

UMKM yang tergabung dalam Program Etalase Digital ini akan memiliki toko online di mesin pencari yang dapat diakses oleh pasar yang lebih luas, dan dapat membangun branding mereka secara mandiri

Di awal pandemi, di kuartal II 2020, pihaknya mencatat kenaikan pemilik bisnis yang membuat website sebesar 18,99% dari tahun sebelumnya. "Tidak semua (dari para pemilik bisnis ini) memiliki kemampuan teknis yang cukup atau sudah mahir di dunia online. Kami memberikan solusi untuk mereka," tutur Ade. (RO/A-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya