Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah mengatakan, diversifikasi pangan menjadi kunci penting untuk menghadapi ancaman perubahan iklim. Itu dapat dilakukan dengan membudidayakan pangan lokal yang saat ini tampak diabaikan.
"Pangan lokal di tiap wilayah Indonesia itu harusnya dipandang sebagai kekuatan. Uniknya Indonesia, ragam pangan itu terbentang dari Timur ke Barat. Andaikan dalam jangka panjang itu dijadikan kekuatan, saya rasa kita tidak akan khawatir kalau pangan pokok seperti beras akan kurang karena terdampak perubahan iklim," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (23/1).
Penguatan pangan lokal yang akan mendorong diversifikasi pangan, kata Said, akan membuat sektor pangan nasional berdaya tahan. Itu pula akan mengikis sentralisasi pangan nasional yang saat ini terkonsentrasi hanya di Pulau Jawa.
Padahal wilayah Jawa acap kali rentan mengalami musibah banjir. Bila perubahan iklim terjadi, maka curah hujan yang tidak menentu diperkirakan akan menjadi momok bagi sentra pangan nasional.
Said menambahkan, pemerintah perlu memberi pendampingan dan penyuluhan kepada petani untuk memperkuat modal ketahanan pangan.
"Kita punya sumber daya alam yang luar biasa, tapi kan ini berkaitan dengan knowledge para petani dan saya rasa ini perlu pendampingan dari pemerintah," jelasnya.
Baca juga : Produk UMKM Ingin Diekspor, Teten : Daya Saing Produk Ditingkatkan
"Sekarang ini ada kecenderungan untuk menyamakan di semua daerah, di Jawa tanam padi, tempat lainnya ikut tanam padi, ketika Jawa tanam jagung yang lain ikut, menurut saya itu berisiko," sambung Said.
Dihubungi terpisah peneliti center of food, energy and SDG's dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah menyatakan, food estate yang dicanangkan pemerintah dapat menanggulangi ancaman perubahan iklim bila berjalan dengan efektif.
"Food estate saya rasa bisa menanggulangi ancaman perubahan iklim bila itu berjalan efektif. Perlu juga dipikirkan agar food estate itu tidak saja fokus pada beras," tuturnya.
Food estate, imbuh Rusli, perlu juga untuk berfokus pada produksi pangan pokok lain selain beras. Hal itu dinilai dapat pula mendorong diversifikasi pangan nasional yang diciptakan pemerintah Indonesia.
Bila itu dilakukan, ketergantungan impor pangan pokok dapat berkurang dan mendorong peningkatan produksi dalam negeri.
Selain itu perlu dilakukan industrialisasi pertanian. Rusli bilang, hasil pertanian perlu diolah agar dapat berdaya tahan lama dan bernilai tambah.
"Contoh, kalau beras dia bisa disimpan di gudang yang memiliki daya tahan pada perubahan cuaca ekstrem," pungkasnya. (OL-7)
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton untuk Perkuat Produksi Pupuk NPK
Peneliti ciptakan alat 'Stomata In-Sight' untuk mengamati pori-pori daun saat bernapas. Teknologi ini diharapkan mampu menciptakan tanaman yang lebih hemat air.
PEMERINTAH Kabupaten Pati secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) hibah tanah seluas 5,2 hektare kepada Perum Bulog.
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Pemkab Sumedang membantu penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih dan perbaikan irigasi.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved