Rabu 06 Januari 2021, 03:05 WIB

Peningkatan Produksi Kedelai Harus Jadi Fokus

(Try/MT/AD/TS/E-1) | Ekonomi
Peningkatan Produksi Kedelai Harus Jadi Fokus

ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/hp.
Perajin tahu memproduksi tahu berbahan kedelai di salah satu sentra rumah industri tahu di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (5/1/2021

 

PEMERINTAH sebaiknya fokus pada upaya untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kedelai nasional.

 Head of Research Centerfor Indonesian Policy Studies(CIPS) Felippa Ann Amanta mengatakan saat ini petanikedelai nasional dihadapkanpada berbagai persoalan yangmembuat kedelai produksimereka tidak bisa terserap pasar secara maksimal.

“Maka peningkatan produktivitas penting untuk diusahakan,” kata Felippa melalui rilis yang diterima, kemarin.

Ada beberapa hal yang memengaruhi rendahnya produktivitas kedelai nasional. Pertama ialah faktor iklim. Kedelai adalah tanaman sub-tropis sehingga pertumbuhan di daerah tropis
seperti Indonesia menjadi tidak maksimal.

Lalu, usaha produksi kedelai di Indonesia harus menyesuaikan dengan pola dan rotasi tanam. Hal ini disebabkan karena petani belum menilai kedelai sebagai tanaman utama.

Selain itu, lanjut Felippa, kedelai adalah jenis tanaman yang membutuhkan kelembapan tanah yang cukup dan suhu yang relatif tinggi untuk pertumbuhan yang optimal. Sementara itu, di Indonesia, curah hujan yang tinggi pada musim hujan sering berakibat tanah menjadi jenuh air.

Permasalahan lahan yang terbatas juga perlu diperhatikan. Lahan yang cocok untuk ditanami kacang kedelai harus memiliki kadar pH yang netral dengan kedalaman minimal 20 sentimeter. Jenis lahan seperti ini tidak tersedia di semua wilayah Indonesia.

“Tentu saja meningkatkan produktivitas bukanlah hal mudah. Oleh karena itu diperlukan pembinaan dan pendampingan bagi petani kedelai serta investasi,” kata Felippa.

Akibat kenaikan harga kedelai, sejumlah pelaku usaha pengolahan tahu dan tempe melakukan penyesuaian terhadap ukuran dari tahu dan tempe yang mereka produksi.

“Jika bentuk ukuran tidak diubah dipastikan perajin akan mengalami kerugian cukup besar,” ujar Yanti, warga Kampung Nagrog, Tasikmalaya, yang memproduksi tahu dan tempe.

Pelaku usaha lain menyiasati dengan menaikkan harga jual. “Dengan naiknya harga kedelai saat ini, otomatis harga tahu juga akan kita naikkan,” ujar Safran, pembuat tahu di Palu. (Try/MT/AD/TS/E-1)

Baca Juga

MI/ Insi Nantika Jelita

Teten Optimistis Kembalikan Kejayaan Tambak Udang Bumi Dipasena

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 21:40 WIB
Diketahui, dengan luas lahan hingga 16.250 hektare, Bumi Dipasena pernah menjadi kawasan tambak udang terbesar di Asia Tenggara pada...
Ist/Kementan

Peran BPP Kostratani Dimaksimalkan dalam Gerakan Panen Padi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 18:13 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kostratani sangat penting untuk membangun pertanian di desa dan...
Ist/Kementan

Permintaan Ekspor Meningkat, Tanaman Porang Jadi Primadona

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 18:06 WIB
Sejak tahun 2019, porang yang tadinya tanaman liar mulai sukses jadi primadona petani dan diekspor dengan tujuan 16 negara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya