Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
Pemerintah menjadikan Kawasan Industri Khusus (KIK) Teluk Bintuni, Papua Barat, sebagai prioritas pembangunan untuk menggaet investasi dalam membangkitkan perekonomian nasional. Konstruksi KIK seluas 2.112 hektare itu ditargetkan rampung pada 2022, dan beroperasi di 2023.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kawasan tersebut sudah masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019. "Berdasarkan Perpres 56 Tahun 2018 juga kawasan industri Teluk Bintuni ditetapkan sebagai proyek strategis nasional. Tahap selanjutnya dokumen RPJMN 2020-2024 ditetapkan sebagai salah satu kawasan industri prioritas," ujar Airlangga dalam Bintuni Energy Forum secara virtual, kemarin.
Airlangga menuturkan saat ini perusahaan petrokimia asal Eropa, Chayil Energy, telah tertarik menanamkan investasi di KIK Teluk Bintuni sebesar US$2 miliar atau Rp28 triliun untuk membangun pabrik petrokimia.
Pada forum yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan PT Pupuk Indonesia (Persero) mendapat mandat menggarap pembangunan pabrik pupuk dan petrokimia di KIK tersebut.
"Kami saat ini merencanakan untuk membangun pabrik pupuk di kawasan Bintuni. Kami telah menugaskan PT Pupuk Indonesia, sebagai BUMN yang terbesar, untuk melaksanakan proyek tersebut," ungkap Arifin.
Arifin menyebutkan pabrik tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan industri hilir dalam negeri terhadap produk petrokimia.
Dia menuturkan cadangan migas di wilayah Indonesia Timur masih besar dan dapat dimanfaatkan dalam pembangunan pabrik petrokimia. Berdasarkan survei seismik baru 30% potensi migas di kawasan tersebut yang dieksplorasi. Selain itu, baru ada 10 sumur eksplorasi.
Selain itu, Kemen ESDM juga tengah membangun kilang gas alam cair (LNG) Tangguh Train 3 dengan nilai investasi US$9 miliar. Kilang itu diproyeksikan rampung pada kuartal III 2021. (Ins/E-3)
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menggandeng PT Arena Pacu Nusantara (Sarga Land) dan Euro Asia Management untuk memperluas sektor pariwisata.
Dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung menyelenggarakan Karnaval Budaya
Perusahaan kemasan plastik terbesar di Asia Pasifik, Thong Guan Industries Bhd, resmi berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
Sejauh ini tindak lanjut dari kesepakatan dagang energi dengan AS ialah dibuatnya nota kesepahaman (MoU) antara PT Kilang Pertamina Internasional dengan tiga perusahaan energi besar asal AS.
Sekupang, Batam, terus menegaskan perannya sebagai pusat baru wellness tourism di Asia setelah ditetapkan pemerintah melalui BP Batam sebagai KEK Kesehatan Internasional
Kawasan pesisir Kabupaten Batang dan Kota Semarang bakal segera ditata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved