Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN pembayaran digital di dunia, Visa, mengumumkan pembukaan Visa Accelerator Program, sebuah program untuk para pelaku bisnis rintisan (startup) di seluruh Asia Pasifik yang ingin mengembangkan bisnis ke negara lain.
Dalam program ini, Visa akan memilih enam perusahaan startup yang akan menjadi bagian dalam program ini. Visa Accelerator Program akan berfokus menciptakan peluang komersil bagi para pelaku startup melalui kolaborasi dengan Visa dan jaringan mitra bank serta merchant Visa yang luas di Asia Pasifik.
Visa Accelerator Program dirancang bagi perusahaan startup yang telah meluncurkan beragam solusi berbasis teknologi yang berhasil di negara asalnya dan hendak mengembangkan bisnis lebih lanjut. Sebagai penyokong perdagangan global, Visa memiliki posisi yang unik untuk membantu perusahaan startup berekspansi ke negara lain dan menjangkau pelanggan baru.
"Dalam upaya Visa menjalin kerja sama dengan komunitas startup, kami sering melihat banyak perusahaan yang sukses di negara asalnya yang menghadapi tantangan saat hendak berekspansi ke beberapa negara lain," ungkap Chris Clark, Regional President, Visa Asia Pasifik, dalam keterangan tertulis, Selasa (1/12).
Baca juga: Penjualan Xiaomi Mengungguli Apple
Karena itu, tambah Clark, Visa memiliki keahlian global yang dapat membantu para pelaku startup dalam merealisasikan rencana ekspansi mereka. Menurut dia, para pelaku startup yang terpilih masuk dalam Visa Accelerator Program harus siap menghadapi sejumlah peluang keuangan dan teknologi yang paling mendesak di Asia Pasifik.
Dalam hal ini, Visa mencari perusahaan startup yang ingin memberi solusi dalam bidang-bidang seperti memperluas akses perekonomian digital bagi konsumen dan badan usaha yang mungkin memiliki keterbatasan akses atau masih bergantung pada penggunaan uang tunai.
Selain itu, mendukung usaha kecil yang menghadapi kesulitan dalam mengatasi ketertinggalan teknologi yang semakin berubah dan menghadapi dampak pandemi covid-19. Juga memanfaatkan ekosistem open data yang bertumbuh di Asia Pasifik untuk mengembangkan layanan perbankan dan berbelanja yang lebih sesuai kebutuhan nasabah, serta mengembangkan cara baru untuk memindahkan uang tanpa perlu bergantung pada kartu kredit dan debit.
"Selalu ada solusi fantastis dari komunitas startup di Asia Pasifik. Bagi Visa, hal yang terpenting adalah bagaimana kami dapat mendukung berbagai solusi itu dan mengembangkannya ke tahap di mana, hanya dalam waktu beberapa bulan, solusi tersebut dapat ditawarkan secara komersil kepada bank, perusahaan ritel, atau perusahaan teknologi terkemuka. Yang menjadi kekuatan utama Visa Accelerator Program adalah kami berfokus kepada sejumlah kecil perusahaan startup yang benar-benar siap mewujudkan potensinya," tutup Clark. (RO/S-2)
Harga cokelat melonjak akibat krisis kakao. Startup Prefer hadirkan bubuk cokelat tanpa kakao yang lebih murah 50% dan ramah lingkungan.
Banyak yang belum menyadari bahwa Indonesia telah memproduksi ponsel untuk dipasarkan secara internasional. Produk tersebut hadir melalui Unplugged, sebuah startup.
STARTUP kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia, Zarfix, resmi menjadi sorotan internasional setelah tampil dalam ajang 'Take Off Istanbul' di Istanbul, Turki.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Tokyo X-Hub 2025 mengundang 10 startup Jepang yang berbasis di Tokyo untuk mengeksplorasi pasar Indonesia.
Diskusi berfokus pada bagaimana Indonesia dan Australia dapat memperkuat kolaborasi di bidang teknologi, kewirausahaan, dan inovasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved