Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH tengah menyiapkan enam kawasan industri halal di sejumlah wilayah. Upaya tersebut bertujuan mendongkrak pasar produk halal di Tanah Air.
"Ini ada empat kawasan dalam persiapan pengembangan kawasan industri halal. Kemudian, dua kawasan dalam proses permohonan verifikasi," jelas Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam seminar virtual, Selasa (24/11).
Adapun empat kawasan dalam persiapan pengembangan industri halal berlokasi di Kawasan Industri Bintan Inti, Kepulauan Riau, dengan luas hingga 100 hektare. Kemudian, ada di Kawasan Industri Surya Borneo, Kalimantan Tengah, dengan luas 146,5 hektare.
Baca juga: Pengembangan Ekonomi Syariah Butuh Komitmen
Selain itu, di Kawasan Industri Batamindo, Kepulauan Riau, dengan luas 17 hektare. "Kemudian juga ada di DKI Jakarta, yang sedang disiapkan adalah di Kawasan Industri Jakarta Pulogadung," imbuh Susiwijono.
Untuk dua kawasan dalam proses permohonan verifikasi berada di Kawasan Industri Cikande, Serang, Banten, dengan luas 500 hektare. Lalu di Kawasan Industri Safe n Lock, yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur, dengan luas 100 hektare.
Baca juga: Produk Halal Tergantung Zat, Cara Memperoleh, Cara Pengolahan
Pemerintah juga mengembangkan klaster halal di dalam Kawasan Ekonomi KShusus (KEK). Seperti, Mandalika, Tanjung Lesung dan Tanjung Kelayang.
Susiwijono mengungkapkan ada empat strategi untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Seperti, penguatan glolal value chain, keuangan syariah, ekonomi digital, serta sektor UMKM.
"Strategi nasional dalam pengembangan industri halal bertujuan menjadikan Indonesia sebagai pemain utama regional dan global,” tutupnya.(OL-11)
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempertegas komitmennya dalam mendukung daya saing pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) sektor perikanan melalui penguatan ekosistem halal.
Tujuan utama dari kesepakatan ini adalah membangun sinergi yang kuat, harmonisasi program, dan kolaborasi yang efektif dalam melaksanakan sosialisasi, edukasi, dan promosi bidang JPH.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal, kehalalan kini tak lagi sekadar syarat, melainkan menjadi simbol kualitas, keamanan, dan tanggung jawab moral.
produk-produk halal memiliki potensi besar untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah global.
Ia menjelaskan, secara global, halal sudah menarik bukan di negara muslim saja, tapi sudah menyasar ke negara non muslim seperti Tiongkok, Jepang, Rusia bahkan negara-negara Eropa
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved