Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Kementan Bangun Dam Parit untuk Dorong Indeks Pertanaman

Mediaindonesia.com
13/11/2020 18:09
Kementan Bangun Dam Parit untuk Dorong Indeks Pertanaman
Dam parit mampu menampung air dan dialirkan sedikit demi sedikit.(Dok. Kementerian Pertanian)

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) membangun dam parit di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mengantisipasi kemungkinan El-Nino atau musim kering. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap pembangunan dam parit bisa menampung air hujan dan mengairi sawah sehingga mampu meminimalisasi kerugian petani. 

"Kementerian Pertanian membuat beragam terobosan salah satunya dam parit guna mendorong indeks pertanaman dan peningkatan produktivitas komoditas pertanian. Dengan dam parit, kebutuhan air untuk pertanian menjadi terpenuhi, utamanya saat musim kemarau," kata Syahrul dalam keterangan, Jumat (13/11/2020). 

Ia menambahkan, pembangunan dam parit harus dekat kawasan pertanian sebagai upaya konservasi air yang tepat guna. Setelah dibangun, kelompok tani (poktan) yang ada di sekitar dam parit harus bersama-sama mengelola dan memelihara. "Semua harus bersama-sama menjaganya," imbuhnya. 

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan, air irigasi merupakan faktor utama berhasil dan tidaknya usaha pertanian dan kunci meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas, dan perluasan areal tanam baru. Menurutnya, program dan bantuan dam parit yang dijalankan Kementerian Pertanian bertujuan untuk meningkatkan luas areal tanam dan peningkatan angka produksi pertanian. “Dam parit akan menampung dan menahan air sungai untuk selanjutnya dialirkan ke lahan pertanian," tegas dia. 

Sarwo Edhi mengutarakan, skala prioritas alokasi kegiatan embung pertanian adalah pada lokasi yang rawan terdampak bencana kekeringan akibat anomali iklim. Masyarakat petani yang membutuhkan bantuan pembangunan embung atau dam parit, sambungnya, bisa mengajukan ke Dinas Pertanian kabupaten atau kota masing-masing. "Nanti Dinas Pertanian meneruskan ke Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana untuk ditindaklanjuti. Bantuan ini diharapkan bisa membantu dan menyejahterakan petani," cetusnya.

Ketua Kelompok Tani Marsudi Tani mengatakan, dam parit yang ada kini mampu menampung air dan dialirkan sedikit demi sedikit. Petani yang ada di sepanjang saluran kurang lebih seluas 60 hektare dapat memanfaatkan air tersebut untuk tanam tiga kali dalam setahun sehingga meningkatkan pendapatan petani di Kabupaten Gunung Kidul. "Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Pertanian, khususnya Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Sarwo Edhy yang telah membangun dam parit," ujarnya. (RO/A-3) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya