Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pembangunan Pertanian Harus Semakin Baik di Tahun 2021

Mediaindonesia.com
12/11/2020 15:33
Pembangunan Pertanian Harus Semakin Baik di Tahun 2021
Finalisasi Perencanaan Kegiatan dan Anggaran Ditjen PSP Tahun Anggaran 2021 di Hotel Sunan Solo, Rabu (11/11/2020).(Dok. Kementan)

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendukung setiap upaya untuk membangun pertanian. Ia pun mengapresiasi langkah Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) yang akan memaksimalkan kegiatan dan anggaran Tahun 2021 demi pembangunan pertanian.

"Perencanaan kegiatan dan anggaran harus dilakukan secara maksimal demi mendukung pembangunan pertanian, membantu peningkatan produktivitas, dan peningkatan pendapatan petani. Itu target yang mesti tercapai," ujarnya dalam keterangan, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Mentan: Pemenuhan Pangan Perlu Kebijakan yang Tepat

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan, penganggaran Tahun 2021 akan berjalan lebih baik. Finalisasi Perencanaan Kegiatan dan Anggaran Ditjen PSP Tahun Anggaran 2021 sudah dilakukan di Hotel Sunan Solo, Rabu (11/11/2020) kemarin.

"Penganggaran Tahun 2021 akan berjalan lebih baik termasuk untuk lahan, air, pupuk, maupun pestisida. Masyarakat petani juga mesti diperhatikan dengan adanya asuransi pertanian yang bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kebutuhan mereka," imbuh Sarwo Edhy.

Ia menambahkan, pengadaan alat dan mesin pertanian akan tetap dilakukan. Begitupula dengan kegiatan pengairan seperti irigasi tersier, ada embung, perpipaan, perpompaan, serta dam parit. Arahnya adalah agar infrastruktur di lahan dan petani itu menjadi lebih baik.

"Kegiatan tersebut tetap dilaksanakan agar infrastruktur di lahan dan petani menjadi lebih baik, untuk komoditas tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Begitupula dengan fasilitas peternakan dan kesehatan hewan,” imbuhnya.

Semua kegiatan tersebut akan dilaksanakan sesuai dengan rencana strategis (renstra) yang sudah dibuat. Selanjutnya Kementerian Pertanian akan menjabarkan ke setiap kabupaten/kota dan provinsi sehingga pusat dan daerah melaksanakan kegiatan secara baik.  

Baca juga: Semua Pihak harus Samakan Persepsi tentang Food Estate di Kalteng

Terkait food estate di Kalimantan Tengah, Sarwo Edhi memastikan hal itu juga sudah diprogramkan. Itu merupakan upaya menyiapkan cadangan pangan nasional. "Untuk 2021 ini, kita akan garap lebih kurang 148 ribu hektare dan 79 ribu hektare itu adalah lahan ekstensifikasi,” cetusnya. (RO/A-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya