Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Kementan Lakukan Modernisasi Pertanian di Kutai Kartanegara

Mediaindonesia.com
09/11/2020 17:21
Kementan Lakukan Modernisasi Pertanian di Kutai Kartanegara
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.(MI/Rendy Ferdiansyah)

KEMENTERIAN Pertanian menyerahkan 47 unit alat mesin pertanian ke Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, ada dua kategori yang menerima bantuan alat mesin pertanian. 

Kategori pertama ialah masyarakat yang merupakan kelompok tani, gabungan kelompok tani, usaha pelayanan jasa alat mesin pertanian (UPJA), koperasi petani dan kelompok usaha bersama (KUB) serta masyarakat tani. Kategori kedua adalah pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten atau kota, dan Korem/Kodim. 

"Sebelum mengajukan bantuan alat mesin pertanian, kami akan pastikan petani sudah termasuk ke dalam dua kategori tersebut. Ini penting dilakukan sehingga peralatan mesin pertanian yang dibutuhkan dapat terpenuhi dengan baik dan benar-benar dimanfaatkan," ujar Syahrul dalam keterangan di Jakarta, Senin (9/11/2020).

Ia menambahkan, bantuan alat mesin pertanian umumnya hanya akan diberikan kepada petani yang berkontribusi aktif terhadap peningkatan hasil pertanian untuk bangsa Indonesia.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan, alat mesin pertanian akan memberi penghasilan tambahan bagi kelompok tani atau gabungan kelompok tani jika dimanfaatkan dengan baik. Ia bahkan menyarankan kelompok tani atau gabungan kelompok tani membentuk UPJA, koperasi dan kelompok usaha bersama (KUB) untuk mengembangkan alat mesin pertanian bantuan pemerintah.

"Alat mesin pertanian yang dikelola UPJA di sejumlah daerah sudah banyak yang berhasil. UPJA terbukti bisa memberikan nilai tambah kepada poktan atau gapoktan. Bantuan ini harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga usaha taninya lebih efektif dan efisien," imbuhnya. 

Pemaksimalan alat mesin pertanian bisa mendorong indeks pertanaman (IP) petani dari yang semula 2 kali per tahun menjadi 3 kali per tahun serta meningkatkan produktivitas tanaman. Menurutnya, kalau dulu petani membajak sawah dengan alat tradisional butuh waktu 5-6 hari per hektare. Dengan memanfaatkan traktor, petani hanya butuh waktu 3 jam per hektare sehingga penggunaan alat mesin pertanian 40% lebih efisien. 

"Kami berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk peningkatan produksi tanaman padi dan palawija dalam rangka meningkatkan produksi pangan," cetusnya. 

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistanak) Sutikno mengatakan, bantuan alat mesin pertanian berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di antaranya traktor 10 unit dan cultivator 15 unit. Selain APBN, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Kartanegara juga ikut dikucurkan terkait sarana pertanian seperti kapur sebanyak 4.000 hektare, mesin pompa air, dan hands sprayer 11.895 unit.( RO/A-3) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya