Sabtu 31 Oktober 2020, 13:25 WIB

Pengamat : Tidak Tepat Naikkan Tarif Tol di Tengah Pandemi

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Pengamat : Tidak Tepat Naikkan Tarif Tol di Tengah Pandemi

ANTARA/Fakhri Hermansyah
Sejumlah kendaraan melintasi tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) menuju tol Jakarta-Cikampek di Bekasi , Jawa Barat, Kamis (23/4)

 

Pengamat transportasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Muslich Zainal Asikin menilai langkah pemerintah untuk menaikkan tarif tol tidak bijak. Hal ini terkait rencana Jasa Marga yang berlakukan penyesuaian tarif Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) I dan Akses Tanjung Priok (ATP).

"Saya kira tidak tepatlah. Kondisi pandemi korona mestinya harus disikapi dengan bijak bagi pengusaha jalan toll. Apalagi daya beli masyarakat sedang dalam posisi menurun," ungkap Muslich kepada Media Indonesia, Jakarta, Sabtu (31/10).

Muslich tidak sependapat dengan Jasa Marga yang menyebut bahwa kenaikan tarif tol setiap dua tahun sekali yang aturan. Dalam kondisi seperti ini, ia meminta pemerintah untuk memikirkan keadaan masyarakat.

Baca juga: Minggu Puncak Arus Balik, Waspada Transfer Virus di Rest Area

"Enggak boleh hanya berdasar ketentuan yang selama ini berlaku bahwa setiap periode tertentu tarif tol bisa dinaikan. Beban kepada masyarakat harus bersama-sama dibantu untuk diringankan," terang Pengurus Pusat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu.

Muslich meminta Jasa Marga meninjau ulang rencana kenaikan tarif di sembila ruas tol tersebut. Jika benar diimplementasi, ia menyebut beban masyarakat bertambah.

"Mesti ditinjau ulang, karena pandemi daya beli masyarakat menurun. Jasa Marga juga ikut solider bersama masyarakat. Jangan karena pegang monopoli di jalan toll dan masyarakat tidak punya pilihan lalu bikin kebijakan naikin tarif tol," sebutnya.

Sebelumnya, Corporate Secretary Jasa Marga Agus Setiawan menjelaskan, penyesuaian tarif untuk jaringan jalan tol JORR I dan Akses Tanjung Priok (ATP) masih tahap sosialisasi. Dia masih enggan memberikan keterangan waktu perihal kenaikan tarif di sembilan ruas tol. Ia menuturkan, bahwa sesuai ketentuan penyesuaian tarif diberlakukan setiap dua tahun sekali.

"Belum ditentukan tanggal, baru dimulai dengan sosialisasi ke pengguna jalan. Sesuai ketentuan, penyesuaian dilakukan setiap 2 tahun, sesuai laju inflasi, perkiraannya pada 2 tahun ini inflasi sekitar 5%," jelas Agung.

Dalam akun sosial media @official.jasamarga disebutkan bahwa kenaikan tarif tol akan diberlakukan dalam waktu dekat. Adapun ruas tol yang bakal dikenakan penyesuaian tarif ialah :

1.Penjaringan-Kebon Jeruk

2. Ulujami-Pondok Pinang

3. Kebon Jeruk-Ulujami

4. Pondok Pinang-Taman Mini

5. Taman Mini-Cikunir

6. Cakung-Rorotan

7. Cikunir-Cakung

8. Akses Tanjung Priok (Rorotan-Kebun Bawang)

9. Jalan Tol Pondok Aren-Ulujami. (H-3)

Baca Juga

Antara/Kornelis Kaha

Truk ODOL Tambah Beban Biaya Pemeliharaan Jalan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 03 Desember 2020, 14:01 WIB
Keberadaan truk over dimension over load (ODOL) juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Pemerintah pun menargetkan Indonesia zero...
ANTARA/Puspa Perwitasari

Penanganan Pandemi & Pemulihan Ekonomi Mulai Menunjukkan Hasil

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 03 Desember 2020, 14:00 WIB
Sinyal positif sudah kita lihat. Laporan per hari ini, kasus aktif covid-19 di Indonesia lebih rendah dari rata-rata...
MI/Susanto

BI: Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 03 Desember 2020, 13:46 WIB
Tekanan nilai tukar rupiah dari dolar AS juga menurun dengan proyeksi indeks dolar AS menjadi 89,4 di 2021 dari sebelumnya 92,4 per...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya