Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
APABILA terintegrasi dengan digitalisasi, ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global.
Potensi itu perlu dikembangkan, khususnya oleh negara yang tergabunng dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Bank Indonesia pun mendorong setiap negara anggota OKI untuk memperkuat ekonomi dan keuangan syariah berbasis digital.
Mengingat, setiap negara anggola OKI mempunyai keunggulan dan potensi ekonomi masing-masing. Sehingga, perlu dibangun kerja sama yang saling menguntungkan.
Baca juga: Realisasi Keuangan Syariah Baru 8,5%, Wapres: Potensi Masih Besar
“Beberapa kerja sama yang bisa dilakukan, seperti rantai nilai halal internasional dan layanan pembayaran lintas batas timbal balik,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng dalam diskusi virtual, Kamis (29/10).
Selain itu, negara anggota OKI harus melakukan kolaborasi dalam pengendalian risiko di ranah digital. Dengan begitu, pengembangan yang dilakukan tidak berlawanan dengan tujuan ekonomi dan keuangan syariah.
Negara anggota OKI dapat membangun kolaborasi dengan membentuk Cybersecurity Resillience and Information Sharing Platform (CRISP). Langkah itu bisa mengadopsi program yang dibangun bank sentral di kawasan Asia Tenggara.
Tidak kalah penting, lanjut dia, penguatan lliterasi ekonomi dan keuangan syariah. Sugeng berpendapat literasi sebagai aspek fundamental yang perlu diperkuat untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
Baca juga: Pengembangan Ekonomi Syariah Butuh Komitmen
Pada akhir Maret 2020, BI menerbitkan Indeks Literasi Ekonomi Islam Indonesia 2019. Indeks tercatat sebesar 16,3%, dengan skala hingga 100%. Artinya, ada peluang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ekonomi dan keuangan.
Sugeng juga berharap negara anggota OKI tidak tertinggal dengan negara lain, khususnya dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Pasalnya, negara dengan populasi Muslim yang tergolong minim, justru terlihat lebih unggul mengembangkan instrumen berbasis syariah.
Misalnya, Thailand dan Korea Selatan, yang menaruh perhatian besar pada pengembangan pariwisata ramah Muslim. Thailand mendeklarasikan negaranya sebagai negara dapur halal dunia. Adapun Korea Selatan menyatakan sebagai negara tujuan wisata ramah muslim dunia.(OL-11)
Penyatuan dua figur dengan latar belakang yang saling mengisi dan menguatkan: investasi global dan ekonomi kerakyatan sejatinya adalah sebuah langkah cerdas
Danantara Indonesia menyampaikan bahwa penguatan Kawasan Thakher berjalan sebagai fondasi awal pengembangan Kompleks Haji.
Dahnil memerinci aset yang kini dimiliki Indonesia di Tanah Suci. Aset tersebut meliputi bangunan yang sudah beroperasi sebagai hotel serta lahan strategis yang siap dikembangkan.
Total aset keuangan syariah diperkirakan naik dari Rp3.158 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp3.508 triliun pada 2026.
Halalicious Food Festival 2025 hadir di JIEXPO sebagai bagian dari ISEF 2025, menghadirkan lebih dari 40 tenant kuliner halal UMKM bersertifikat.
Pemerintah mendorong beberapa strategi agar ekosistem keuangan syariah dan industri halal terus berkembang antara lain memperluas KUR syariah dan optimalisasi bullion bank atau bank emas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved