Kamis 29 Oktober 2020, 16:12 WIB

BI: Negara OKI Harus Dorong Pengembangan Ekonomi Syariah

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
BI: Negara OKI Harus Dorong Pengembangan Ekonomi Syariah

MI/Susanto
Logo Bank Indonesia yang terpasang di pagar.

 

APABILA terintegrasi dengan digitalisasi, ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global.

Potensi itu perlu dikembangkan, khususnya oleh negara yang tergabunng dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Bank Indonesia pun mendorong setiap negara anggota OKI untuk memperkuat ekonomi dan keuangan syariah berbasis digital.

Mengingat, setiap negara anggola OKI mempunyai keunggulan dan potensi ekonomi masing-masing. Sehingga, perlu dibangun kerja sama yang saling menguntungkan.

Baca juga: Realisasi Keuangan Syariah Baru 8,5%, Wapres: Potensi Masih Besar

“Beberapa kerja sama yang bisa dilakukan, seperti rantai nilai halal internasional dan layanan pembayaran lintas batas timbal balik,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng dalam diskusi virtual, Kamis (29/10).

Selain itu, negara anggota OKI harus melakukan kolaborasi dalam pengendalian risiko di ranah digital. Dengan begitu, pengembangan yang dilakukan tidak berlawanan dengan tujuan ekonomi dan keuangan syariah.

Negara anggota OKI dapat membangun kolaborasi dengan membentuk Cybersecurity Resillience and Information Sharing Platform (CRISP). Langkah itu bisa mengadopsi program yang dibangun bank sentral di kawasan Asia Tenggara.

Tidak kalah penting, lanjut dia, penguatan lliterasi ekonomi dan keuangan syariah. Sugeng berpendapat literasi sebagai aspek fundamental yang perlu diperkuat untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

Baca juga: Pengembangan Ekonomi Syariah Butuh Komitmen

Pada akhir Maret 2020, BI menerbitkan Indeks Literasi Ekonomi Islam Indonesia 2019. Indeks tercatat sebesar 16,3%, dengan skala hingga 100%. Artinya, ada peluang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ekonomi dan keuangan.

Sugeng juga berharap negara anggota OKI tidak tertinggal dengan negara lain, khususnya dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Pasalnya, negara dengan populasi Muslim yang tergolong minim, justru terlihat lebih unggul mengembangkan instrumen berbasis syariah.

Misalnya, Thailand dan Korea Selatan, yang menaruh perhatian besar pada pengembangan pariwisata ramah Muslim. Thailand mendeklarasikan negaranya sebagai negara dapur halal dunia. Adapun Korea Selatan menyatakan sebagai negara tujuan wisata ramah muslim dunia.(OL-11)

Baca Juga

Antara/Aditya Pradana

Angkasa Pura II Siap Hadapi Libur Nataru

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 29 November 2020, 13:48 WIB
Perseroan bersama stakeholder terkait akan memastikan kelancaran penerbangan di sejumlah bandara. Termasuk, mengantisipasi kebutuhan...
Dok. Pribadi

Ammana-KORPRI Beri Akses Pendanaan Syariah bagi ASN

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 29 November 2020, 03:48 WIB
Pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal III-2020 salah satunya ditopang oleh sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah...
Dok. Diamondland

Diamondland Bangun Apartemen Low Rise di DepokĀ 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 29 November 2020, 03:15 WIB
Sebagai daerah penyangga Jakarta, Depok juga punya banyak fasilitas bak kota metropolitan. Misalnya, ada mal serta fasilitas kesehatan dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya