Selasa 20 Oktober 2020, 05:30 WIB

Pelebaran Defisit Bermanfaat

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Pelebaran Defisit Bermanfaat

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan.

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pelebaran defisit pada tahun ini  menjadi 6,34% atau Rp1.039,2 triliun memberikan dampak positif pada penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Hingga September, angka defisit APBN mencapai 4,16% atau Rp682,1 triliun.

“Meskipun dalam suasana covid-19, pemerintah tetap fokus pada berbagai hal dalam menjaga momentum pemulihan dan membangun fondasi Indonesia,” ujar Menkeu dalam konferensi pers APBN KiTa secara daring, kemarin.

Sri Mulyani menyebutkan belanja negara yang hingga 31 September 2020 tumbuh 15,5% (yoy), yakni sebesar Rp1.841,1 triliun, tidak hanya untuk penanganan pandemi, tapi juga difokuskan demi pembangunan Indonesia.

Realisasi belanja sebesar 67,2% dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 yakni Rp2.739,2 triliun itu ditujukan bagi infrastruktur, bansos, pendidikan, kesehatan, dan subsidi.

Di sisi lain, realisasi pendapatan negara hingga 31 September 2020 sebesar Rp1.159 triliun atau 68,2% dari target Rp1.699,9 triliun.

Sri Mulyani menuturkan pendapatan tersebut turun 13,7% (yoy) jika dibandingkan dengan periode sama di 2019 yang sebesar Rp1.342,25 triliun atau tumbuh 2,25% dari September 2018. “Pendapatan masih sesuai dengan apa yang kita proyeksikan. Memang mengalami tekanan karena bisnis dan pembayaran pajak mengalami tekanan,” ujarnya.

Pajak mobil

Dalam kesempatan itu, Menkeu Sri Mulyani memaparkan pihaknya tidak sedang dalam posisi mempertimbangkan insentif pajak 0% bagi pembelian mobil.

Sri menegaskan insentif pajak kepada industri di tengah pandemi sejatinya perlu diberikan secara merata sehingga satu kebijakan bisa membantu banyak sektor industri sekaligus.
“Kami akan terus coba untuk berikan dukungan-dukungan kepada sektor industri keseluruhan melalui insentif-insentif yang kita sudah berikan,” tegasnya.

Terkait dukungan bagi pemerintah dalam memulihkan perekonomian, Bank Indonesia (BI) menyampaikan telah melakukan realisasi pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dengan skema berbagi beban (burden sharing) sebesar  Rp291,3 triliun per 13 Oktober 2020.

“Secara keseluruhan SKB I dan II, BI telah membeli SBN di pasar perdana Rp291,3 triliun,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara Capital Market Summit And Expo 2020 secara daring, kemarin.

Ketua Dewan Komisaris OJK Wimboh Santoso   memaparkan realisasi restrukturisasi kredit di perbankan sudah mencapai Rp904,3 triliun untuk 7,5 juta debitur. Perinciannya, dari UMKM yang telah tersalur Rp359,98 triliun kepada 5,82 juta debitur dan non-UMKM sebesar Rp544,31 triliun kepada 1,64 debitur. (E-1)

Baca Juga

ANTARA/Yulius Satria Wijaya

115 Perusahaan Terapkan Harga Gas Bumi yang Murah

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 02 Desember 2020, 16:55 WIB
Hingga November 2020 realisasi penurunan harga gas bumi untuk industri di wilayah Jawa Barat telah mencapai...
Antara/Hafidz Mubarak

​​​​​​​Menteri ESDM: Kejayaan Migas Sudah Berlalu

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 02 Desember 2020, 16:01 WIB
Pemerintah tidak lagi memprioritaskan besaran bagi hasil dari wilayah kerja migas. Namun, cenderung memberikan insentif agar proyek migas...
ANTARA/Galih Pradipta

Mal Golden Truly di Gunung Sahari Resmi Tutup

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 02 Desember 2020, 15:55 WIB
Meski demikian, perusahaan itu bakal terus menjualkan barang keperluan masyarakat secara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya