Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 membuat Indonesia terancam mengalami resesi tahun ini. Meski begitu ini sebenarnya bukan kali pertama Indonesia mengalami hal tersebut. Pada 1998 silam, Indonesia juga sempat mengalami krisis ekonomi cukup dahsyat.
Saat itu hampir semua sektor industri kritis. Mulai dari sektor perbankan, otomotif, properti hingga manufaktur gugur satu per satu dan berakibat pada gelombang PHK besar-besaran. Namun ada satu sektor yang mampu bertahan bahkan cenderung berkembang, yakni UKM atau UMKM.
Baca juga: UMKM Punya Peran Atasi Potensi Krisis di Tengah Pandemi
Usaha Mikro Kecil Menengah memang bukan satu-satunya industri yang mampu beradaptasi dengan kondisi saat itu. Namun pergerakan kebangkitan ekonomi nasional dari akar rumput terbukti berhasil menata kembali pertumbuhan ekonomi mulai dari skala mikro hingga makro.
Itu sebabnya, pemerintah terus menggenjot masyarakat untuk berani berusaha, membuka peluang usaha yang bisa dimulai dari hal yang kecil dan di lingkungan sekitar. Upaya ini senantiasa didorong karena UMKM terbukti mampu tampil sebagai penyelamat terdepan dari krisis.
Berangkat dari situ PT Sukses Mulya Pratama (SMP) bersama strategic partners Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI), EKOMANDO Production dan Invex menggelar 'Indonesia Digital Trade Show' in Conjunction With 'Indonesia Local Brands Expo 2020' dengan tema 'Connect Your Business With Digital Solution'. Ajang ini adalah event virtual expo interactive 3D pertama di Indonesia yang diisi dari berbagai macam industri dan pameran hasil karya anak bangsa secara virtual.
“Acara ini diharapkan dapat mendukung Gerakan bangga buatan Indonesia dan menjadikan momentum kebangkitan para pengusaha lokal dan UMKM seluruh Indonesia dalam masa pandemi covid-19,” ujar owner dari EKOMANDO Production, Eko Hendro Purnomo S.Sos dalam siaran persnya, Kamis (15/19).
Ia pun berharap ajang itu bisa menjadi sebuah wadah bagi para UMKM untuk bangkit kembali dan berkonstribusi membantu menggerakan roda perekonomian Indonesia.
"Saya yakin jika kita bergandengan tangan baik pemerintah maupun swasta kita bisa segera bangkit. Harapan kami dengan adanya pameran virtual ini para pengusaha lokal dan pelaku UMKM bangkit dan memiliki semangat untuk maju serta membantu dalam pemulihan ekonomi nasional," tambah CFE selaku Ketua Umum ASENSI (Asosiasi Lisensi Indonesia), Susanty Widjaya.
Untuk pengunjung virtual expo ini, S.R Nopit Cahyani, Direktur PT Sukses Mulya Pratama mengatakan pihaknya menargetkan sekitar 200 ribu serta melibatkan 375 pengusaha lokal dan UMKM di seluruh Indonesia. Sementara untuk target transaksi, Nopit menyebut angka Rp25 miliar dari total keseluruhan transaksi sepanjang pameran.
“Kita menargetkan angka realistis dari even ini karena tentu ada taste yang berbeda jika dibandingkan dengan pameran offline. Namun kami tetap optimis virtual expo ini bisa berjalan dengan sukses,” ujarnya yang mengaku didukung Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Koperasidan UKM RI, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dan Dinas Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta. (RO/A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved