Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH diminta menginformasikan kondisi ketahanan pangan nasional di tengah potensi hantaman krisis sektor kesehatan, ekonomi, dan sosial saat ini. Informasi tersebut diharapkan bisa meningkatkan optimisme di tengah masa pandemi covid-19.
“Di masa pandemi dengan potensi krisis di sejumlah sektor, perlu kejelasan ketersediaan pangan sebagai kebutuhan dasar masyarakat,” kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat saat membuka Forum Diskusi Denpasar Duabelas bertema Menakar ketahanan pangan di masa pandemi dan ancaman resesi, kemarin.
Diskusi yang dimoderatori Arimbi Heroepoetri (staf ahli Wakil Ketua MPR Bidang Aspirasi Masyarakat dan Daerah) itu menghadirkan Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian), Lukmanul Hakim (staf khusus Wakil Presiden Bidang Ekonomi dan Keuangan), Sugiyanta (Dekan Fakultas Pertanian, IPB), dan Charles Meikyansah (anggota Komisi IV DPR).
Selain itu, diskusi juga diikuti Suyoto (Ketua DPP Partai NasDem, Koordinator Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis) dan Khudori (Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, anggota Pokja Dewan Ketahanan Pangan) sebagai penanggap.
Lestari menyampaikan, dengan cukup tersedianya kebutuhan dasar masyarakat, setidaknya akan membangun optimisme di tengah wabah covid-19 yang terus merebak di Tanah Air.
Meski kondisi ketersediaan pangan cukup baik, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, faktanya saat ini masyarakat masih berhadapan dengan problem-problem dasar seperti kekurangan gizi dan stunting.
“Pemerintah mesti memperhatikan pemanfaatan produk-produk pangan yang berkualitas baik dan tepat. Ini untuk mengatasi problem-problem kekurangan gizi di tengah masyarakat,” tegas legislator Partai NasDem itu.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, kebutuhan pangan memang tidak bisa ditunda, dengan terjaminnya ketersediaan pangan bisa mewujudkan stabilitas di sebuah negara.
“Hingga Desember 2020, kebutuhan pangan dasar yang harus disiapkan pemerintah dalam kondisi aman,” tegasnya. (RO/E-2)
Pupuk Indonesia bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara bernama SEAFA.
KTNA mendorong petani memilih varietas padi tahan kekeringan seperti Inpago (padi gogo), varietas amfibi, serta varietas adaptif lainnya.
BRIN dan Bulog memperkuat kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi penyimpanan dan pengamanan pangan guna mendukung ketahanan logistik pangan nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat memiliki peran dalam menetapkan norma, standar, prosedur, dan kriteria.
PEMERINTAH melalui Perum Bulog menggelar program “Bazar Dari Istana Untuk Rakyat” sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tidak panic buying.
BRIN dan FAO perkuat kolaborasi global untuk transformasi sektor peternakan berkelanjutan melalui riset, inovasi, dan teknologi berbasis sains.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved