Rabu 30 September 2020, 07:30 WIB

Survive di Pandemi, Ini Terobosan Pos Indonesia Lewati Masa Sulit

mediaindonesia.com | Ekonomi
Survive di Pandemi, Ini Terobosan Pos Indonesia Lewati Masa Sulit

Ist/posindonesia.com
Saat mulai pandemi pada Maret 2020 lalu, Pos Indonesia meluncurkan aplikasi QPOSinAja.

 

FOTO :PT Pos Indonesia (Persero) berinovasi digital melalui Aplikasi QPOSinAja, menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kiriman saat pandemi.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PANDEMI Covid-19 tak hanya menimbulkan krisis kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga meluluhlantakkan sendi-sendi ekonomi yang telah puluhan tahun dibangun. Tidak sedikit sektor ekonomi yang terhempas cukup dalam. Sebagian lainnya mampu survive dengan berbagai terobosan penting agar bisa tetap bertahan. 

Upaya bangkit di tengah pandemi, juga dilakukan PT Pos Indonesia (Persero). BUMN yang bergerak di bidang jasa kiriman dan layanan jasa keuangan ini mencoba tetap survive dengan beban berat 28 ribu karyawan yang ada di dalamnya. 

Perjalanan panjang dan melelahkan itu, akhirnya berhasil dilalui dan mulai bangkit kembali saat ini. Saat mulai pandemi pada Maret 2020 lalu, Pos Indonesia bergerak cepat membuat berbagai terobosan, berinovasi pada lini jasa kiriman, yaitu meluncurkan aplikasi QPOSinAja.

Aplikasi ini menjadi jawaban atas kondisi pada awal pandemi, di mana banyak masyarakat melakukan aktivitas di rumah atau work from home (WFH). Di sisi lain, aktivitas ekonomi mesti tetap berjalan dengan mengandalkan penjualan online

Aplikasi QPOSinAja hadir menjadi solusi agar aktivitas ekonomi tetap berjalan walaupun tanpa kontak langsung antara penjual dan pembeli. QPOSinAja menjadi penghubung antara kedua belah pihak, yaitu pengirim dan penerima barang. 

Layanan ini lahir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat melakukan pengiriman barang saat dilakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di mana, masyarakat dianjurkan tinggal di rumah saja. Layanan pengiriman bisa dilakukan menggunakan handphone atau PC di rumah sendiri. Cukup men-download di Playstore, QPOSinAja akan memberikan layanan kiriman dengan fitur lengkap. 

Mulai dengan fitur pickup service, yang akan mendukung Anda tetap bisa melakukan pengiriman tanpa keluar rumah. Karena barang yang dikirim akan diambil oleh O-Ranger. Layanan ini bisa diakses apabila Anda melakukan pemesanan menggunakan online booking. 

"Dulu kalau orang mau mengirim barang harus datang ke Kantor Pos, tapi sekarang pakai QPOSinAja tinggal lakukan prosesnya di rumah, nanti barang akan diambil oleh O-Ranger," kata Vice President Product Management & Marketing PT Pos Indonesia (Persero) Tata Sugiarta.

Berbagai layanan pengiriman, kata dia, telah disiapkan Pos Indonesia di Aplikasi QPOSinAja. Konsumen dapat mengakses layanan pengiriman sesuai kebutuhannya. Dimulai dengan layanan Q9 dan Q9 Plus untuk pengiriman barang di dalam kota secara cepat. 

Q9 Plus merupakan penyempurnaan dari layanan Q9. Bila Q9 menawarkan kiriman maksimal 9 jam sampai, sementara Q9 Plus menawarkan kiriman maksimal 3 jam sampai tujuan dengan jarak maksimal radius 30 Km. Prosesnya, menghubungkan antara pengiriman dan penerima tanpa transit, mirip jasa kiriman pada transportasi online.

Selain itu, ada juga layanan kiriman QComm. Sebuah layanan yang didesain bagi para seller, terutama untuk memudahkan mereka melakukan pengiriman barang kepada konsumen. QComm dibuat dengan jaminan barang dua hari sampai tujuan khusus di Pulau Jawa. 

Layanan kurir lainnya adalah Quick International XPress (QIX). QIX dibuat untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan layanan pengiriman ke luar negeri baik dokumen ataupun barang.  "QIX adalah layanan kiriman premium yang mengedepankan waktu tempuh dan keamanan kiriman internasional," kata Tata.

Product service ini diharapkan dapat menunjang pelaku bisnis merambah pangsa pasar internasional. QIX memiliki tiga kategori pilihan untuk Standar Waktu Penyerahan (SWP) yaitu kiriman Sameday Services, Nextday Services, dan Time Certain Delivery (TCD) untuk jangka waktu pengiriman 2 hingga 6 hari ke-27 negara. 

Berbagai fitur tersebut, menurut Tata, juga didukung sistem pembayaran yang fleksibel. Masyarakat bisa membayar menggunakan cara cash on delivery (COD), e-wallet seperti Ovo, Gopay, atau menggunakan Pos Giro Mobile (PGM). (OL-09)
 

Baca Juga

MI/Nurul Hidayah

16.975 ekor Benur Sitaan Dilepasliarkan di Pandeglang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 26 Januari 2021, 08:46 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali melepasliarkan benih lobster atau benur hasi sitaan sebanyak 16.975 ekor di Perairan Karang...
MI/Usman Iskandar

Dua Bupati dari Sulawesi Minta Sandiaga Pulihkan Pariwisata

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 26 Januari 2021, 08:40 WIB
Sandiaga menyambut ajakan kolaborasi dari dua bupati tersebut untuk menggarap potensi wisata yang ada di kedua daerah...
Antara

Perekomian di Jawa Paling Terpukul Akibat Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:30 WIB
Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kota-kota besar Pulau Jawa memengaruhi minat investor menanamkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya