Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pertumbuhan ekonomi triwulan III 2020 bakal terkontraksi lebih dalam dari yang diproyeksikan di kisaran minus 2,1% hingga 0%. Perkiraan itu dilandasi adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta sejak Senin (14/9).
“Sekarang ini kita masih melihat skalanya, mungkin akan menurun. Kalau estimasi kita untuk triwulan III, sekitar 0,0% hingga minus 2,1%. Kalaupun kita melihat seperti yang terjadi pada Maret lalu, di mana terjadi PSBB drastis, penurunan bisa terjadi sampai sekitar 2%, kita perkirakan mungkin untuk lower end-nya menjadi lebih rendah dari 2,1%,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (15/9).
Ia menambahkan, secara pasti ihwal perkiraan pertumbuhan ekonomi di triwulan III 2020 baru bisa dilakukan bendahara negara ketika PSBB yang saat ini berlaku kembali dilonggarkan. Meski besar kemungkinan akan tumbuh minus lebih dalam dari yang diproyeksikan, perempuan yang karib disapa Ani itu berharap tidak lebih buruk dari realisasi pertumbuhan triwulan II 2020 yang minus 5,32%.
Saat ini, pemerintah masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional secara menyeluruh di 2020 berada dalam kisaran minus 0,2% hingga 1,1%.
Baca juga : Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Positif di 2021
“Ada 8 provinsi yang masih bisa dikendalikan kasus covidnya. sehingga kita bisa mengikuti trajectory forecast kita yang secara bertahap terjadi pemulihan pada triwulan IV. Secara total, kisaran masih di 1,1% hingga minus 0,2%,” jelasnya.
DKI Jakarta, kata Ani, yang menyumbang kontribusi pada perekonomian nasional hingga 17% perlu menjadi perhatian. Sebab, dengan penerapan PSBB saat ini kegiatan perekonomian di Ibu Kota akan paling terdampak.
Dus, pemerintah berisap diri bila nantinya pertumbuhan ekonomi nasional berada dalam batas bawah proyeksi yang dibuat, yakni di angka 0,2%.
“Kita harus mempersiapkan kita akan berada di lower end-nya. Untuk DKI, karena dia memberikan kontribusi hampir 17,72% dari PDB kita, dan pada triwulan II kemarin sudah cukup dalam kontraksinya, pada triwulan III ini saya harapkan tidak akan mengalami penurunan lebih dalam pada September ini,” pungkas Ani. (OL-7)
Ketidakpastian global akibat meningkatnya risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia masih menjadi tantangan utama pada 2026.
Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global memasuki 2026 dalam kondisi yang masih tertekan, namun menunjukkan ketahanan yang relatif solid.
GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan berdasar kajian kondisi perekonomian sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meninggalkan sikap wait and see atau bereaksi menunggu terhadap dinamika pasar.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi langkah positif bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved