Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menuturkan sedianya pemerintah telah banyak mengeluarkan kebijakan untuk mengungkit perekonomian di semester II 2020 dengan mengupayakan peningkatan konsumsi masyarakat. Ragam bantuan sosial diberikan hingga teranyar ialah bantuan subsidi upah kepada pekerja berpendapatan di bawah Rp5 juta.
"Hanya saja, peningkatan konsumsi ini memang belum akan terdorong akan berada di level positif selama kasus covid-19 masih tinggi," ujar Yusuf saat dihubungi, Kamis (3/9).
Baca juga: Sawit Jadi Komoditas Strategis
Meningkatnya kasus covid-19 di Tanah Air menurutnya menjadi pengganjal utama pemulihan ekonomi nasional. Utamanya, kata Yusuf, di golongan menengah atas yang lebih memilih untuk menahan konsumsi dan menyimpan uangnya karena ketidakpastian yang timbul dari pandemi.
Padahal masyarakat menengah ke atas mendistribusikan tingkat konsumsi domestik hingga 40%. Dengan tertahannya konsumsi di golongan ini, maka kecepatan pemulihan ekonomi akan berjalan lambat. Sebab, konsumsi rumah tangga merupakan penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Tak heran, Yusuf bilang, bila pemerintah kembali mengoreksi pertumbuhan ekonomi nasional 2020 di kisaran -1,1% hingga 0,2% yang sebelumnya diprediksi tumbuh di rentang -0,4% hingga 2,3%. Itu disebabkan pertumbuhan ekonomi di triwulan II yang minus 5,32% dan tanda pemulihan di Juli dan Agustus tidak menentu.
Perevisian proyeksi itu sebelumnya disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu (2/9). "Kemenkeu memproyeksi pada 2020 pertumbuhan -1,1% sampai tumbuh positif 0,2%, lower end menunjukkan kuartal III mungkin negative growth," ujarnya.
Senada, Yusuf menilai pertumbuhan ekonomi di triwulan III dan IV masih berada dalam zona negatif meski membaik dibanding triwulan II 2020.
"Angkanya membaik, namun masih akan berada di level negatif. Adapun prediksi kami pertumbuhan ekonomi di kuartal III akan berada dilevel -2% sampai -4% sementara di kuartal IV akan berada di level -1,5% sampai -3%," pungkas dia. (OL-6)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved