Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA emas berjangka terangkat lagi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah melonjak pada akhir pekan lalu, karena dolar AS jatuh ke level terendah dua tahun di tengah perubahan kebijakan dovish oleh Federal Reserve AS, membuat logam itu lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
Pada Senin (31/8/2020) kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, menguat 3,7 dolar AS atau 0,19 persen menjadi ditutup pada 1.978,60 dolar AS per ounce. Emas berjangka melambung 42,3 dolar AS atau 2,19 persen menjadi 1.974,90 dolar AS akhir pekan lalu.
Sebelumnya emas berjangka jatuh 19,9 dolar AS atau 1,02 persen menjadi 1.932,60 dolar AS? pada Kamis (27/8/2020) setelah melonjak 29,4 dolar AS atau 1,53 persen menjadi 1.952,5 dolar AS pada Rabu (26/8/2020) dan merosot 16,1 dolar AS atau 0,83 persen menjadi 1.923,10 dolar AS pada Selasa (26/8/2020).
"Dolar yang lebih lemah dan antisipasi bahwa kita akan mendapatkan pelemahan dolar lebih lanjut telah menyebabkan beberapa kenaikan kecil (dalam emas)," kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.
Dolar jatuh ke level terendah dalam dua tahun, tertekan oleh kebijakan target inflasi rata-rata terbaru Fed, yang akan memungkinkan suku bunga tetap rendah meskipun inflasi naik sedikit di waktu mendatang.
Suku bunga rendah cenderung mendukung emas, yang merupakan lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang.
"Saat ini ada sedikit penghindaran risiko di pasar global, yang agak membatasi kenaikan safe-haven logam," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff dalam sebuah catatan.
Sementara itu, indeks saham global berada di jalur untuk kenaikan bulanan kelima kalinya berturut-turut. "Ada kekhawatiran signifikan bahwa pasar (ekuitas) mungkin telah meningkat terlalu jauh dan mungkin ada aksi ambil untung, yang dapat menyebabkan rotasi kembali ke emas," kata Sica.
Emas telah naik sekitar 29 persen sepanjang tahun ini, didukung oleh ketidakpastian ekonomi yang berasal dari pandemi serta pemilihan presiden di Amerika Serikat yang akan datang.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 80,4 sen atau 2,89 persen menjadi ditutup pada 28,594 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 2,1 dolar AS atau 0,22 persen menjadi menetap pada 937,9 dolar AS per ounce. (Ant/OL-13)
Baca Juga: Pengamat Prediksi Harga Emas Sentuh 1 juta/gram pada Akhir Tahun
Nilai tukar Mata Uang Rupiah hari ini (12/3/2026) melemah 0,34% ke level Rp16.906 per Dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa di Jakarta bergerak menguat 63 poin atau 0,37% menjadi Rp16.886 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, dibuka melemah 58 poin atau 0,34% menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.872 per dolar AS.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved