Selasa 01 September 2020, 07:55 WIB

Harga Emas Naik 3,7 dolar AS karena Nilai Dolar AS Jatuh

mediaindonesia.com | Ekonomi
Harga Emas Naik 3,7 dolar AS karena Nilai Dolar AS Jatuh

dok.mi
ilustrasi

 

HARGA emas berjangka terangkat lagi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah melonjak pada akhir pekan lalu, karena dolar AS jatuh ke level terendah dua tahun di tengah perubahan kebijakan dovish oleh Federal Reserve AS, membuat logam itu lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Pada Senin (31/8/2020) kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, menguat 3,7 dolar AS atau 0,19 persen menjadi ditutup pada 1.978,60 dolar AS per ounce. Emas berjangka melambung 42,3 dolar AS atau 2,19 persen menjadi 1.974,90 dolar AS akhir pekan lalu.

Sebelumnya emas berjangka jatuh 19,9 dolar AS atau 1,02 persen menjadi 1.932,60 dolar AS? pada Kamis (27/8/2020) setelah melonjak 29,4 dolar AS atau 1,53 persen menjadi 1.952,5 dolar AS pada Rabu (26/8/2020) dan merosot 16,1 dolar AS atau 0,83 persen menjadi 1.923,10 dolar AS pada Selasa (26/8/2020).

"Dolar yang lebih lemah dan antisipasi bahwa kita akan mendapatkan pelemahan dolar lebih lanjut telah menyebabkan beberapa kenaikan kecil (dalam emas)," kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

Dolar jatuh ke level terendah dalam dua tahun, tertekan oleh kebijakan target inflasi rata-rata terbaru Fed, yang akan memungkinkan suku bunga tetap rendah meskipun inflasi naik sedikit di waktu mendatang.

Suku bunga rendah cenderung mendukung emas, yang merupakan lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang.

"Saat ini ada sedikit penghindaran risiko di pasar global, yang agak membatasi kenaikan safe-haven logam," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff dalam sebuah catatan.

Sementara itu, indeks saham global berada di jalur untuk kenaikan bulanan kelima kalinya berturut-turut. "Ada kekhawatiran signifikan bahwa pasar (ekuitas) mungkin telah meningkat terlalu jauh dan mungkin ada aksi ambil untung, yang dapat menyebabkan rotasi kembali ke emas," kata Sica.

Emas telah naik sekitar 29 persen sepanjang tahun ini, didukung oleh ketidakpastian ekonomi yang berasal dari pandemi serta pemilihan presiden di Amerika Serikat yang akan datang.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 80,4 sen atau 2,89 persen menjadi ditutup pada 28,594 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 2,1 dolar AS atau 0,22 persen menjadi menetap pada 937,9 dolar AS per ounce. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Pengamat Prediksi Harga Emas Sentuh 1 juta/gram pada Akhir Tahun

Baca Juga

DOK OJK

OJK Beberkan Lima Prioritas Sektor Jasa Keuangan 2021

👤Ihfa Firdausya 🕔Jumat 15 Januari 2021, 21:50 WIB
Memasuki 2021, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ingin memanfaatkan momentum untuk mengaplikasikan kebijakan-kebijakan yang mengungkit...
DOK MI

Kecelakaan Fatal Pesawat Indonesia di Bawah Rata-Rata Global

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 15 Januari 2021, 21:40 WIB
Kecelakaan fatal pesawat di Tanah Air sudah jarang terjadi lantaran banyak dilakukan perbaikan dari sisi regulasi dan pengawasan...
Antara/Aditya Pradana Putra

OJK: Covid-19 Buat Kredit Perbankan Minus 2,41% di 2020

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 15 Januari 2021, 20:52 WIB
Menurutnya, perekonomian nasional pun terkontraksi cukup dalam, sehingga menekan kinerja sektor riil dan mengurangi pendapatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya