Minggu 30 Agustus 2020, 16:02 WIB

Meskipun sedang Pandemi, Pekebun tetap Konsisten Produksi Lada

mediaindonesia.com | Ekonomi
Meskipun sedang Pandemi, Pekebun tetap Konsisten Produksi Lada

DOK KEMENTAN
Meskipun sedang pandemi, pekebun tetap konsisten produksi lada.

 

Sesuai arahan Menteri Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan diharapkan dapat menjamin ketersediaan komoditas perkebunan, termasuk komoditas lada. Sehingga Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menjamin ketersediaan pangan dan komoditas pertanian lainnya termasuk komoditas perkebunan menghadapi new normal atau kenormalan baru.

Menyikapi hal tersebut, Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyono, mengatakan Ditjenbun sangat concern/menaruh perhatian besar pada peningkatan produksi, produktivitas, nilai tambah, dan daya saing produk perkebunan.

Di tengah pandemi COVID-19 ini, petani terus berjuang memproduksi dan memelihara kebunnya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan juga memasok kebutuhan pertanian dan perkebunan Indonesia. Dalam hal ini tentunya kesehatan petani juga sangat diperhatikan oleh Kementan. Antara lain dihimbau agar para pekebun tetap menjaga kesehatan dalam melakukan aktivitas berkebun sehari-hari, tetap memperhatikan SOP kesehatan dan kebersihan, baik kesehatan tubuh maupun mutu kualitas tanamannya.

Salah satu contoh, pemeliharaan kebun yang tetap dilakukan oleh anggota-anggota Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) Sukadana Baru, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. LEM Sukadana Baru telah terbentuk sejak tahun 2018 yang beranggotakan sebanyak 70 orang.

“Untuk produksi lada alhamdulillah tidak turut terdampak COVID-19 dan kami tetap konsisten merawat kebun agar hasil maksimal seperti biasanya,” ungkap Eko, Ketua LEM Sukadana Baru saat dihubungi oleh Ditjen Perkebunan (22/6).

Di saat berkebun, lanjut Eko, petani kebanyakan melakukannya sendiri, tidak kontak dengan petani lainnya sehingga sangat aman dan sesuai anjuran protokol kesehatan. Namun tantangan yang dihadapi petani lada saat ini adalah cuaca dan harga jual.

Menurutnya, hasil produksi lada tahun lalu rata-rata sebanyak 700-1.000 kg kering per hektare. Sebanyak 90% hasil panen tahun lalu sudah terjual ke pedagang pengumpul terdekat dengan kemasan karung plastik, sedangkan untuk tahun ini akan panen di bulan Agustus nanti.

Eko menambahkan, bahwa harapan Eko dan juga petani-petani lada lainnya, harga lada bisa menguntungkan petani dan ada pendampingan dari pemerintah kepada petani lada. (OL-10)

Baca Juga

ANTARA/Oky Lukmansyah

Industri Makanan Minuman Tumbuh Positif saat Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:44 WIB
Data tersebut diketahui berasal laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang memperlihatkan jumlah ouput industri makanan dan minuman dari...
ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Sriwijaya Air Tambah Kompensasi Ahli Waris Korban Jadi Rp1,5 M

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:35 WIB
Kewajiban untuk membayar ganti rugi kepada perwakilan atau ahli waris korban tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun...
Dok MI

Sandiaga: OJK Sepakati Kredit Pemulihan Parekraf Rp3 Triliun

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:05 WIB
Mereka yang tercatat sebagai penerima kredit, lanjut Sandiaga, akan mendapatkan bantuan dengan jumlah minimal sebesar Rp50 juta per...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya