Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan, tapi juga memukul sektor perekonomian. Upaya pemulihannya pun membutuhkan peran berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Tujuannya, agar seluruh sendi-sendi perekonomian, bisa pulih dan tetap produktif di tengah pandemi, sehingga roda perekonomian bisa berputar.
Dalam upaya pemulihan ekonomi, penguatan sektor UMKM dinilai sangat penting. Sebab, sektor ini berperan besar untuk meningkatkan perputaran uang di tengah masyarakat, juga menyerap tenaga kerja. Untuk itu, PT Unilever Indonesia, Tbk memberi bantuan bagi 147.000 pedagang warung agar mereka tetap produktif. Pemberian bantuan itu tercakup dalam kampanye #UnileverUntukIndonesia.
Baca juga: Pasca Covid-19, UMKM Tulang Punggung Pemulihan Ekonomi
“Hampir semua sektor terkena dampak pandemi, terlebih para pelaku UMKM. Gotong royong berbagai pihak membantu penguatan UMKM sangat penting untuk kebangkitan kita bersama. Bagi Unilever Indonesia, kemitraan dengan para pelaku UMKM, khususnya para pedagang warung, adalah bagian penting dari ekosistem dan pertumbuhan sejak awal kami berdiri,” ujar Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk, Hemant Bakshi, pada peluncuran kampanye #UnileverUntukIndonesia melalui webinar Gotong Royong #JagaUMKMIndonesia yang digelar bersama Kementerian Koperasi dan UMKM, KataData, dan PT Bhanda Ghara Reksa (BGR). Webinar itu menghadirkan sejumlah menteri bidang perekonomian sebagai pembicara.
#UnileverUntukIndonesia merupakan kampanye yang mengedepankan pentingnya gotong royong berbagai pihak untuk membantu penguatan UMKM di Indonesia, terutama pedagang warung. Dalam kampanye ini Unilever Indonesia membantu 147.000 pedagang warung yang ada di ekosistem Unilever Indonesia dengan cara
menyumbangkan keuntungan dari transaksi Unilever Indonesia dengan warung-warung tersebut selama tiga bulan ke depan, yang disampaikan dalam bentuk paket berisi produk kebersihan serta alat perlindungan diri, dan tambahan modal untuk keberlangsungan usaha.
Paket kebersihan dan alat perlindungan itu mencakup pelindung wajah, masker, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan Lifebuoy serta Wipol Karbol. “Kesehatan adalah hal mendasar yang perlu diperhatikan dan dijaga untuk bisa terus beraktivitas. Melihat masih tingginya tingkat penyebaran Cocid-19 di beberapa daerah kami merasa perlu untuk memberikan perlindungan demi menjaga kesehatan serta keselamatan para pedagang warung dan juga para pelanggan mereka,” terang Hemant.
Adapun tambahan modal usaha, lanjutnya, diberikan dalam bentuk e-coupon untuk digunakan melalui aplikasi Sahabat Warung. Aplikasi berbasis android itu akan membantu para pedagang warung membeli produk Unilever secara online, kapan pun, di manapun, dengan mudah tanpa banyak perantara. Cara ini bisa memangkas rantai distribusi.
Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, menyampaikan apresiasinya atas upaya Unilever Indonesia membantu para pedagang warung tetap produktif. “Salah satu fokus kami adalah memastikan para pelaku UMKM bertahan dari dampak pandemi serta bisa bersaing dalam pasar dengan masuk, terintegrasi secara berkelanjutan dalam rantai pasok industri. Dukungan Unilever Indonesia terhadap warung-warung mitra usahanya merupakan salah satu langkah konkret membantu UMKM yang tengah menghadapi kesulitan karena pandemi,” kata Teten.
Ia menambahkan, program Unilever Indonesia juga sejalan dengan program Belanja di Warung Tetangga yang digagas Kementerian Koperasi dan UKM bersama PT BGR. “Saya berharap akan semakin banyak perusahaan tergerak untuk membantu UMKM seperti yang dilakukan Unilever Indonesia,” ucapnya.
Kampanye #UnileverUntukIndonesia melanjutkan berbagai inisiatif pemberdayaan UMKM yang dijalankan Unilever Indonesia di bawah payung Selling with Purpose, sebuah program berkelanjutan yang didasari kepercayaan bahwa kesuksesan perusahaan berjalan seiring dengan kesuksesan para mitra UMKM. Seperti, pendampingan dan sistem teknologi untuk pengembangan minimarket lokal, pelatihan literasi digital Mudah Jualan Online, penataan ulang warung agar lebih menarik (makeover) melalui program ibu Bersinar, serta gelaran Festival Jajanan Bango,
“Kami harap kampanye #UnileverUntukIndonesia dapat menjadi sebuah katalisator bagi gerakan di antara pihak swasta untuk bergotong-royong memajukan UMKM. Bersama-sama, kita percepat pemulihan ekonomi dengan mengembalikan kekuatan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian bangsa,” pungkas Hemant. (RO/A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved