Jumat 14 Agustus 2020, 16:26 WIB

RAPBN 2021, Transfer Daerah dan Dana Desa Fokus Tujuh Kebijakan

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
RAPBN 2021, Transfer Daerah dan Dana Desa Fokus Tujuh Kebijakan

Antara/Akbar Nugroho
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin tiba di Kompleks Parlemen.

 

PEMERINTAH merencanakan anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp 796,3 triliun dalam RAPBN 2021. Besar anggaran itu akan digunakan untuk menjalankan tujuh fokus kebijakan.

"Pada 2021, anggaran TKDD direncanakan sebesar Rp 796,3 triliun," ujar Presiden Joko Widodo saat menyampaikan dokumen RAPBN dan Nota Keuangan, Jumat (14/8).

Fokus pertama digunakan untuk mendukung langkah pemulihan ekonomi nasional. Itu dilakukan melalui pembangunan aksesibilitas dan konektivitas kawasan sentra pertumbuhan ekonomi. Berikut, dukungan insentif kepada daerah untuk menarik investasi, perbaikan sistem pelayanan investasi dan dukungan terhadap UMKM.

Baca juga: Presiden: RAPBN 2021 Diarahkan untuk Pemulihan Ekonomi

Adapun kedua ialah mengoptimalkan pemanfaatan dana bagi hasil dalam rangka mendukung penanganan kesehatan. Serta, jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi dampak covid-19. Ketiga, mengarahkan 25% dari dana transfer umum untuk mempercepat program pemulihan ekonomi daerah dan pembangunan SDM.

Keempat, memfokuskan penggunaan dana insentif daerah (DID) untuk digitalisasi pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan UMKM. Kelima, refocusing dan simplikasi jenis, bidang dan kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang bersifat reguler.

Keenam, lanjut Kepala Negara, DAK non-fisik juga mendukung penguatan SDM pendidikan melalui dukungan program merdeka belajar. Berikut, tambahan sektor strategis lain, seperti dana pelayanan perlindungan perempuan dan anak. Serta, dana fasilitasi penanaman modal dan dana pelayanan ketahanan pangan.

Baca juga: Presiden: Reformasi Kesehatan dan Pangan Harus Dipercepat

Ketujuh, mempertajam alokasi dana desa untuk pemulihan ekonomi desa dan pengembangan sektor prioritas. Misalnya, teknologi informasi dan komunikasi, pembangunan desa wisata dan mendukung ketahanan pangan.

Dalam lima tahun terakhir, pemanfaatan TKDD dirasakan masyarakat melalui peningkatan kinerja pelayanan dasar publik. Seperti, akses rumah tangga terhadap air minum dan sanitasi layak, beriku persalinan yang dibantu tenaga kesehatan.

"Tingkat kesenjangan di wilayah perdesaan juga menurun. Ditunjukkan dengan semakin rendahnya rasio gini dari 0,316 pada 2016 menjadi 0,315 pada 2019. Persentase penduduk miskin di perdesaan turun dari 13,96% pada 2016, menjadi 12,60% tahun 2019," tutur Jokowi, sapaan akrabnya.(OL-11)

Baca Juga

Antara/Kornelis Kaha

Truk ODOL Tambah Beban Biaya Pemeliharaan Jalan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 03 Desember 2020, 14:01 WIB
Keberadaan truk over dimension over load (ODOL) juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Pemerintah pun menargetkan Indonesia zero...
ANTARA/Puspa Perwitasari

Penanganan Pandemi & Pemulihan Ekonomi Mulai Menunjukkan Hasil

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 03 Desember 2020, 14:00 WIB
Sinyal positif sudah kita lihat. Laporan per hari ini, kasus aktif covid-19 di Indonesia lebih rendah dari rata-rata...
MI/Susanto

BI: Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 03 Desember 2020, 13:46 WIB
Tekanan nilai tukar rupiah dari dolar AS juga menurun dengan proyeksi indeks dolar AS menjadi 89,4 di 2021 dari sebelumnya 92,4 per...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya