Kamis 13 Agustus 2020, 16:44 WIB

Pemerintah Tambah Subsidi KUR hingga Akhir Tahun

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Pemerintah Tambah Subsidi KUR hingga Akhir Tahun

Antara
Ilustrasi

 

PEMERINTAH memutuskan untuk menambah besaran subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 6% hingga akhir Desember 2020.

 “Pemerintah memperpanjang tambahan subsidi bunga 6% sampai dengan akhir Desember 2020,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Makroekonomi dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam konferensi pers virtual, Kamis (13/8).

Keputusan itu, kata Iskandar, menggantikan kebijakan pemerintah terkait pemberian subsidi bunga KUR yang sebesar 6% selama 3 bulan pertama dan 3% di 3 bulan kedua kepada debitur dengan kredit mencapai Rp500 juta. Sementara debitur yang meminjam pada kisaran Rp500 juta hingga Rp10 miliar dan mendapatkan subsidi bunga 3% pada 3 bulan pertama dan 3% di 3 bulan kedua juga dapat menikmati subsidi bunga 6% hingga akhir Desember 2020.

Keputusan baru ini juga dapat dimanfaatkan oleh debitur KUR yang sebelumnya mengajukan restrukturisasi maupun yang belum. “Berarti ada kemungkinan, misal seorang debitur dapat subsidi bulan Maret, maka dia bisa dapat 9 bulan kalau dipentokin sampai Desember.

Iskandar memaparkan, realisasi penyaluran KUR hingga 31 Juli 2020 telah mencapai Rp89,2 triliun kepada 2,67 juta debitur dengan total outstanding mencapai Rp167 triliun. Realiasasi itu diakui memang minim, akan tetapi itu juga diakibatkan karena adanya Pembatasn Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah. Itu menyebabkan penyaluran KUR tersendat karena debitur juga tidak dapat menjalankan aktivitas usahanya.

Baca juga :

“Penyaluran KUR tersendat dan mencapai titik terendah pada Mei sebesar Rp4,75 triliun. Tapi pada Juni, khususnya minggu ketiga, kami dilaporkan oleh bank bank bahwa penyaluran KUR mulai meningkat. Terbukti dari total penyaluran Juni itu mencapai Rp10,45 triliun dan di bulan Juli meningkat Rp13 triliun. Ini perkembangannya menggembirakan dan diperkirakan akan bisa mendekati pola normal,” jelas Iskandar.

Pergerakkan positif KUR itu tidak mempengaruhi tingkat Non Performing Loan (NPL) di perbankan. Bahkan catatannya, terjadi penurunan tingkat NPL yang pada Juni sebesar 1,13% turun pada Juli menjadi 1,07%.

Dari perkembangan positif itu pula, lanjutnya, ada 2 bank besar yang kemudian meminta penambahan plafon KUR mencapai Rp22,2 triliun. Permintaan itu melampaui palfon yang diberikan pemerintah pada 2020 sebesar Rp190 triliun. Sebab saat ini KUR yang sudah berjalan mencapai Rp176 triliun

“Dengan ada tambahan Rp22,2 triliun itu, karena posisi plafon yang sudah diambil bank menapai Rp176,53 triliun, maka plafon baru menjadi Rp198 triliun, melampaui penetapan plafon Rp190 triliun. Tetapi, tadi Komite setingkat menteri sudah memutuskan untuk menyetujui tambahan plafon Rp22,2 triliun ini, sehingga total plafon KUR 2020 yang disetujui Rp198,73 triliun,” pungkas Iskandar. (OL-2)

 

Baca Juga

DOK Sinar Mas Land.

Beri Insentif untuk Akselerasi Pemberdayaan Energi Baru dan Terbarukan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 11:12 WIB
Elektrifikasi, pembangkitan berbasis energi terbarukan, dan efisiensi energi merupakan pilar utama transisi...
MI/Palce Amalo

Kadin NTT Indonesia Bahas Peluang Investasi dengan CCI Timor Leste

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:50 WIB
KADIN Nusa Tenggara Timur, RI dan CCI Timor Leste membahas peluang investasi yang bisa direalasisikan yang saling...
dok.pribadi

Jaro Ade Apresiasi Pemerintah, Masyarakat Boleh Mudik

👤mediaidonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:40 WIB
ADANYA pergerakan pemudik kedesa tentu memberikan stimulan ekonomi dan membantu menghidupkan geliat usaha kecil dan menengah didesa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya