Senin 10 Agustus 2020, 08:40 WIB

Pelabuhan Patimban Bisa Operasi November

RO/Micom | Ekonomi
Pelabuhan Patimban Bisa Operasi November

Dok kemenhub
Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau pembangunan Pelabuhan Patimban.

 

PROYEK pembangunan tahap I Pelabuhan Patimban hampir rampung atau lebih dari 90%. Rencananya pelabuhan di Subang, Jawa Barat itu dapat diselesaikan pada Oktober 2020, sehingga bisa dilakukan soft launching pada bulan November. 

"Kami berharap semua pihak kerja keras agar Pelabuhan Patimban ini mulai dapat beroperasi pada November 2020," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai meninjau langsung lokasi proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Jawa Barat, Minggu (9/8).

Pelabuhan Internasional Patimban yang sedang dibangun ini bakal menjadi pelabuhan terbesar kedua di Indonesia setelah Pelabuhan Tanjung Priok. Saat ini sejumlah pekerjaan saat ini masih dalam proses yang harus segera difinalisasi.

"Seperti ramp on/ramp off dari jalan akses, penetapan alur pelayaran dan perairan pandu, pemilihan operator, dan sejumlah hal lainnya. Diharapkan semuanya dapat selesai tepat waktu," ujar Menteri Budi.

Menteri Budi juga memastikan Pelabuhan Patimban akan dilengkapi akses jalan tol dan jalur kereta api. Dengan adanya kemudahan akses dan fasilitas itu diharapkan ke depan akan dapat menjadikan kawasan Pelabuhan Patimban ini menjadi kawasan logistik yang sangat besar seperti Pelabuhan London Gateway.

Selain itu, kata Budi, dengan adanya Peti Kemas dan Kendaraan Bermotor (Car Terminal) di Pelabuhan Patimban diyakini dapat mengurangi kepadatan lalu lintas khususnya untuk ekspor-impor produk kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok. Sebab selama ini, kendaraan berat termasuk angkutan ekspor-impor kendaraan menyumbang pada kemacetan lalu lintas khususnya ruas antara Bekasi-Tanjung Priok, Jakarta.

Pelabuhan juga diharapkan dapat mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, memperkuat ketahanan ekonomi, sekaligus mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas dari dan menuju Jakarta. 

"Diharapkan juga, pelabuhan ini dapat mendorong ekonomi masyarakat sekitar dan juga secara nasional," ujar Menteri Budi.

Pembangunan Pelabuhan Patimban dilaksanakan dalam 3 (tiga) Tahap. Tahap pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan akan dapat melayani 3.75 juta peti kemas (TEUS). Tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5.5 Juta TEUS dan pada tahap ketiga akan meningkat kembali hingga 7 7 juta TEUS (ultimate).

Secara umum, Pelabuhan Patimban akan melayani jenis muatan Peti Kemas dan Kendaraan Bermotor (Car Terminal) yang diangkut menggunakan kapal-kapal berukuran besar. Car Terminal ini nantinya memiliki kapasitas tampung hingga 600 ribu kendaraan per tahun pada kondisi ultimate (sudah selesai seluruhnya). (J-1) 

Baca Juga

Antara/Rahmad

Temuan UNDP, UMKM Tak Mampu Bertahan Lebih dari 10 Bulan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 21 Januari 2021, 21:31 WIB
Ekonom UNDP Indonesia Rima Prama Artha menuturkan, 90% pelaku UMKM mengalami penurunan permintaan atas produk mereka selama...
Antara/Galih Pradipta

6 Program Ini Jadi Fokus Kemenkop-UKM Sepanjang 2021

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 21 Januari 2021, 20:49 WIB
“Untuk bidang perkoperasian kami menargetkan outcome terwujudnya koperasi modern,” ungkap Menteri Koperasi dan UKM Teten...
Dok. Pribadi

Banjir Pesanan, TaniHub Tumbuh Lebih dari 600% pada 2020

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 21 Januari 2021, 20:47 WIB
Presiden TaniHub Group Pamitra Wineka mengakui, tahun lalu merupakan masa yang menantang bagi pihaknya akibat pandemi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya