Sabtu 25 Juli 2020, 08:34 WIB

Dampak Pandemi Covid-19 Dukung Pelemahan Dolar AS

Antara | Ekonomi
Dampak Pandemi Covid-19 Dukung Pelemahan Dolar AS

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Petugas menata mata uang dolar AS di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Kamis (19/3/2020)

 

KURS dolar AS terus melorot terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya hingga mendekati level terendah dua tahun pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB. Pelemahan ini dikarenakan sentimen risiko tertekan ketika para pelaku pasar menimbang dampak dari pandemi covid-19.
 
Dolar mencatat penurunan mingguan terbesar dalam hampir empat bulan terhadap sekeranjang mata uang utama dan juga melihat persentase penurunan mingguan terbesar terhadap euro yang melonjak sejak akhir Maret.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,26% menjadi 94,445. Sebelumnya di sesi tersebut, indeks dolar sempat jatuh ke 94,358, terendah baru dalam 22 bulan terakhir.

Pada akhir perdagangan New York, euro menguat menjadi 1,1635 dolar AS dari 1,1608 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2788 dolar AS dari 1,2743 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Baca juga: Dolar Terangkat Memicu Penghindaran Risiko Lebih Luas

Dolar Australia melemah menjadi 0,7094 dolar AS dari 0,7108 dolar AS. Sementara Dolar AS dibeli 106,01 yen Jepang, lebih rendah dari 106,73 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9222 franc Swiss dari 0,9252 franc Swiss dan meningkat menjadi 1,3422 dolar Kanada dari 1,3387 dolar Kanada.

Para pedagang khawatir infeksi covid-19 yang melonjak di Amerika Serikat akan terus membebani perekonomian.

"Perlahan menjadi jelas bahkan bagi yang optimis dolar tak dapat disembuhkan. Gelombang covid-19 saat ini di AS akan meninggalkan jejak negatif yang berat dalam ekonomi AS," kata analis di Commerzbank Research, Antje Praefcke.

Hingga Jumat (24/7) sore, Universitas Johns Hopkins menyampaikan lebih dari 4,07 juta kasus telah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 144.000 kematian.(OL-5)

Baca Juga

MI/Lilik Darmawan

Produk UMKM Ingin Diekspor, Teten : Daya Saing Produk Ditingkatkan

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 22 Januari 2021, 23:21 WIB
“Untuk memperbesar kapasitas UMKM agar berkontribusi dalam ekspor nasional, KemenKopUKM tahun ini akan mendorong UMKM masuk ke sektor...
Ilustrasi

PGN Kembangkan Digitalisasi untuk Optimalkan Usaha

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 22 Januari 2021, 23:18 WIB
Saat ini, PGN telah memiliki sistem informasi yang mengintegrasikan seluruh anak usaha sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas...
Ist

Produk Perawatan Kulit Ini Tebar Promo Belanja Online

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Januari 2021, 22:35 WIB
Produk unggulan yang ditawarkan meliputi produk pemenang Glowpick Award...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya