Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua DPR yang membidangi industri dan pembangunan, Rachmat Gobel, mengapresiasi langkah pemerintah, lembaga, dan berbagai pihak yang tengah membuat kajian produk obat herbal untuk melawan virus korona.
Upaya itu bukan saja memberi harapan masyarakat bisa segera memasuki kehidupan normal, tetapi juga membuka peluang besar pembangunan industri obat herbal berbasis kekayaan sumber daya tanaman obat Indonesia.
“Prospek industri berbasis tanaman herbal ini harus mendapat prioritas kebijakan pemerintah. Kemampuan Balitbang dari lembaga terkait, baik pemerintah maupun swasta, harus didukung sepenuhnya,” kata Rachmat Gobel lewat keterangan resminya, kemarin.
Ia menanggapi polemik kalung obat antivirus korona berbasis eucalyptus (minyak kayu putih) yang dikembangkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian.
Rachmat meyakini kemampuan kajian dan penelitian para ahli farmasi Indonesia. “Kajian mereka terbukti dan terus berkembang dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Bahkan hasil penelitian itu berhasil dikembangkan dan diproduksi secara industri dan mampu membuktikan produknya menguasai pasar domestik dan ekspor.
Ia menceritakan pernah membuktikan besarnya prospek obat herbal di pasar internasional, saat pelaku usaha dan industri Indonesia melakukan pameran di Rusia.
Respons masyarakat Eropa, khususnya Rusia, begitu besar sehingga produk yang dibawa habis di arena pameran itu. Pembukaan kontrak pembelian oleh beberapa pengusaha besar di sana pun terwujud.
“Produk itu memang tetap harus dibuktikan, diuji, dan dikembangkan lebih jauh efektivitasnya untuk kepentingan yang lebih besar. Namun, dalam kondisi saat ini, kita berkejaran dengan waktu untuk menurunkan angka kematian warga dan yang terinfeksi sebelum ditemukannya vaksin virus korona,” ujarnya.
Legislator dari Partai NasDem itu menuturkan, prospek pasar obat herbal sangat bagus di masa datang, di tengah berkembangnya gaya hidup ramah lingkungan seperti penggunaan obat herbal. (Ant/E-2)
Tidak sedikit orang yang ragu mengonsumsi herbal karena khawatir dapat memicu gangguan lambung.
Wacana herbal Indonesia menjadi produk unggulan sebenarnya telah muncul sejak 2000.
Penggunaan dan kepemilikan merek Kutus Kutus kini memiliki kepastian hukum final setelah Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Niaga Surabaya.
Pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) harus didukung. Itu karena TSTH2 merupakan bagian dari langkah mewujudkan ketahanan pangan.
Kolaborasi itu mempertemukan dunia akademik, terutama hasil riset herbal dan kosmetika UGM, dengan industri.
Vmalety, jamu herbal berbentuk serbuk dengan rasa mixberry yang menyegarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved