Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PENERAPAN ASEAN-Hong Kong Free Trade Agreement (AHKFTA) mulai 4 Juli, berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja ekspor Indonesia.
Apalagi perjanjian ini meningkatkan akses pasar barang dan jasa produk Indonesia, berikut kerja sama ekonomi.
"AHKFTA akan menjadi peluang besar bagi pelaku usaha di banyak sektor, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM). Peluang ini harus dapat dimanfaatkan dengan baik," ujar Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, dalam keterangan resmi, Kamis (9/7).
Baca juga: Wamenkeu: Pemerintah Kerap Hadapi Trade Off Saat Pandemi
Menurut Jerry, Hong Kong adalah pintu gerbang atau hub perdagangan barang dan jasa. Dengan pemberlakukan AHKFTA, masuknya produk Indonesia akan dipermudah. Khususnya terkait kebijakan tarif, sehingga meningkatkan daya saing Indonesia di kawasan regional dan global.
“Ada 4.956 pos tarif yang dihapus atau 0%. Penghapusan ini artinya daya saing harga produk Indonesia akan terdongkrak dibandingkan produk serupa dari negara lain. Pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Jerry mengatakan selama ini Indonesia merupakan eksportir produk hasil tambang dan kerajinan ke Hong Kong. Ekspor Indonesia ke Hong Kong mencakup produk perhiasan, batu bara, emas, peralatan komunikasi, sarang burung walet, elektronik dan tembakau.
Sementara itu, impor utama Indonesia dari Hong Kong, yaitu peralatan komunikasi, emas, rambut palsu, tekstil dan produk tekstil, serta produk besi. Pada sektor jasa, Hong Kong memberikan komitmen pembebasan masuk jasa bisnis, jasa komunikasi, jasa konstruksi, jasa keuangan, jasa pariwisata dan jasa transportasi, dengan rata-rata kepemilikan modal asing mencapai 100%.
Baca juga: Bank Dunia Naikkan Status RI, Jokowi: Patut Disyukuri
Adapun sebagai imbal balik, Indonesia memberikan komitmen liberalisasi pada sektor jasa konstruksi, jasa keuangan nonbank dan jasa pariwisata dengan partisipasi kepemilikan modal asing sebesar 49-51%.
AHKFTA dapat dimanfaatkan untuk ekspansi bisnis dan menggerakkan ekonomi dalam negeri. Pengusaha Indonesia bisa ekspansi bisnis dengan kepemilikan 100% di Hong Kong. Di lain sisi, pelaku usaha Indonesia bisa bermitra dengan investor Hong Kong, untuk meningkatkan investasi di sektor keuangan dan riil.
“Ada kemudahan untuk mendapatkan bahan baku dari aspek tarif. Sehingga AHKFTA akan memperkuat daya saing industri manufaktur dan UKM. Pada dasarnya, perjanjian AHKFTA sangat menjanjikan,” tutup Jerry.(OL-11)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan pentingnya dukungan terhadap investasi asing sebagai bagian dari upaya mempercepat kemakmuran nasional.
Indonesia mendorong penyelesaian perundingan reviu ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved