Sabtu 04 Juli 2020, 20:14 WIB

Terkait Antivirus Eucalyptus, Kementan Hanya Melakukan Penelitian

mediaindonesia.com | Ekonomi
Terkait Antivirus Eucalyptus, Kementan Hanya Melakukan Penelitian

DOK KEMENTAN

 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry menegaskan bahwa produk antivirus korona berbasis tanaman atsiri (eucalyptus) akan diproduksi masal melalui pihak swasta. Menurutnya, Kementerian Pertanian (Kementan) hanya melakukan penelitian serta uji laboratorium saja.

"Kita sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan swasta dan mereka sepakat untuk memproduksi produk tersebut secara masal," ujar Fadjry saat dihubungi, Sabtu (4/7).

Seperti diketahui, dalam proses produksinya, Balitbangtan sudah menggandeng PT Eagle Indo Pharma untuk membantu memasarkannya ke masyarakat luas. Perusahaan swasta tersebut juga tidak asing lantaran sudah melakukan produk seperti minyak kayu putih.

Baca Juga: Kementan Launching Antivirus Korona Berbahan Eucalyptus

Tak hanya dalam negeri saja, Balitbangtan tengah melakukan pendekatan kerjasama dengan mitra asing seperti perusahaan pharmaceuticals dari Jepang, Kobayashi dan Aptar Pharma dari Rusia. Kedua perusahaan tersebut sudah memiliki cakupan pemasaran di berbagai negara mulai dari Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, AS, Rusia hingga Eropa.

"Saya harap kerja sama yang kami coba lakukan ini bisa mempercepat produksi massal produk antivirus itu demi memenuhi permintaan masyarakat luas. Sehingga paling tidak kita bisa berkontribusi juga terhadap penekanan penyebaran Covid-19," katanya.

Sebagai informasi, produk antivirus tersebut tersedia dalam berbagai bentuk seperti inhaler, roll on, salep, balsem, dan diffuser.

Baca Juga: Kementan Temukan Potensi Eucalyptus untuk Cegah Korona

Sementara itu, Kepala Balai Besar penelitian Veteriner, Indi Dharmayanti menjelaskan bahwa produk kni efektif digunakan setiap hari. Sebab hanya dengan 5-15 menit diinhalasi akan efektif bekerja sampai ke alveolus. Artinya dengan konsentrasi 1% saja sudah cukup membunuh virus 80%-100%.

"Produk ini dapat melegakan saluran pernapasan, kemudian menghilangkan lendir, pengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri, mengurangi mual, dan mencegah penyakit mulut," kata Indi.

Indi menjelaskan, bahan aktif utamanya terdapat pada cineol-1,8 yang memiliki manfaat sebagai antimikroba dan antivirus melalui mekanisme M pro. M pro adalah main protease (3CLPro) dari virus corona yang menjadi target potensial dalam penghambatan replikasi virus corona. Penelitian menunjukkan Eucalyptol ini berpotensi mengikat protein Mpro sehingga menghambat replikasi virus.

Baca Juga: Plossa Eucalyptus untuk Lawan Korona sudah Beredar di Pasaran

"Manfaat tersebut dapat terjadi karena 1,8 cineol dari eucalyptus disebut eucalyptol dapat berinteraksi dengan transient receptor potential ion chanel yang terletak di saluran pernapasan," katanya.

Ke depan, inovasi antivirus berbasis eucalyptus ini dapat menjadi harapan baru bagi masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan eucalyptus dalam mencegah virus Covid-19. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara/Umarul Faruq

Konsumen Minta Edukasi dan Regulasi Soal Rokok Elektrik

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 21 Januari 2021, 20:03 WIB
"Hasil riset menunjukkan, responden di Indonesia mulai menggunakan rokok elektrik sebagai upaya intervensi kesehatan, seperti...
Antara/Aditya Pradana Putra

Kemendag: Stok Daging Sapi Aman, Masyarakat Jangan Khawatir

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 21 Januari 2021, 19:21 WIB
SEKRETARIS Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto meyakinkan bahwa stok daging sapi/kerbau di DKI Jakarta tercukupi dan aman dalam...
Ist/Kementan

Jaga Produktivitas, Penyuluh Tetap Dampingi Petani Meski Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Januari 2021, 19:01 WIB
Di masa pandemi Covid-19 dan di tengah bencana yang menyerang beberapa wilayah di Indonesia, penyuluh diharapkan tetap bisa berperan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya