Selasa 05 Mei 2020, 16:30 WIB

Kementan Temukan Potensi Eucalyptus untuk Cegah Korona

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Temukan Potensi Eucalyptus untuk Cegah Korona

WHO.ORG
Virus Korona.

 

Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tengah melakukan riset bersama. Riset ini bertujuan untuk menemukan potensi antivirus salah satu tanaman yang telah dikenal penggunaan minyak atisirinya yaitu eucalyptus.

Minyak atsiri dan berbagai ekstrak tanaman telah dianggap memiliki potensi sebagai obat alternatif untuk pengobatan banyak penyakit infeksius. Termasuk penyakit yang disebabkan oleh beberapa virus seperti virus influenza dan bahkan virus korona.

“Riset tersebut dilakukan oleh Balitbangtan melalui tiga UPT nya yaitu Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet), Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) serta Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen). Riset bersama ini untuk membuktikan kemampuan beberapa tanaman herbal termasuk membuktikan potensi antivirus eucalyptus terhadap beberapa virus,“ ujar Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry, Selasa (5/5).

Baca Juga: Gambaran Klinis Pasien yang Terinfeksi Virus Korona

Fadjri mengungkapkan bahwa dalam hasil riset ini belum menggunakan virus Covid-19 dalam pengujiannya. Meskipun demikian hasil telusur ilmiah serta riset daya antivirus eucalyptus yang dilakukan Balitbangtan dapat memberikan informasi ilmiah berbasis riset kepada masyarakat tentang potensi eucalyptus sebagai antivirus yang diharapkan juga dalam membantu mencegah penyebaran Covid-19.  

Hasil penelitian ini dapat menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan eucapyptus dalam mencegah infeksi virus. Yang diharapkan dapat juga untuk digunakan mencegah paparan virus Covid-19.

“Penelitian dan pengembangan lanjutan akan terus dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak. Sehingga akan memperoleh hasil yang lebih optimal,“ ujar Fadjry.

Baca Juga: Mengantisipasi Wabah Virus Corona Wuhan

Lebih lanjut dikemukakan oleh Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner sekaligus peneliti yang menggeluti bidang virologi, Indi Dharmayanti, bahwa virus yang diuji termasuk virus influenza H5N1, Gammacorona dan Betacoronavirus Clade 2a sebagai model dari virus korona yang diuji secara in vitro. Alphacoronavirus dan Betacoronavirus secara umum menginfeksi mamalia, sedangkan Gammacoronavirus dan Deltacoronavirus dapat menginfeksi unggas, burung liar, babi, paus dan lumba-lumba.

Hasil riset yang dilaksanakan di laboratorium BSL level 3 milik Balai Besar Penelitian Veteriner menunjukkan bahwa eucalyptus dapat dimanfaatkan sebagai antivirus dengan efektivitas membunuh virus 80-100% tergantung jenis virus. “Termasuk terhadap virus korona yang digunakan serta virus influenza H5N1,“ tambah Indi.

Sementara itu Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Evi Savitri menjelaskan bahwa minyak atsiri eucalyptus memiliki senyawa 1,8-cineole yang juga disebut eucalyptol. Ini merupakan komponen utama dari minyak atsiri yang ditemukan dalam daun eucalyptus.

“Senyawa 1,8-cineole dalam eucalyptus memiliki aktivitas antivirus, anti inflamasi dan antimikroba,“ ungkapnya.

Evi menambahkan bahwa senyawa ini juga dapat berfungsi menghambat replikasi coronavirus dengan mengikat protein Mpro yang terdapat pada virus. Protein tersebut berperan dalam pematangan virus dan pembelahan polyprotein virus sehingga dapat mencegah penyebaran infeksi.

“Dalam penelitian ini, proses pembuatan minyak eucalyptus dilakukan melalui proses destilasi uap di laboratorium Balittro,“ lanjut Evi.

Penggunaan teknologi nano juga dilakukan untuk menghasilkan beberapa sediaan bahan aktif yang lebih stabil dan memiliki efektifitas lebih tingi. Hal serupa juga diungkapkan oleh Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Prayudi Syamsuri. Menurut Prayudi dari hasil penelitian tersebut Balitbangtan juga telah mengembangkan beberapa prototipe produk yang dihasilkan antara lain berupa roll on, balsam, minyak aromaterapi, inhaler, dan kalung. (RO/OL-10)

Baca Juga

ANTARA/Fakhri Hermansyah

Pengamat : Tidak Tepat Naikkan Tarif Tol di Tengah Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 13:25 WIB
Jasa Marga berencana memberlakukan penyesuaian tarif Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) I dan Akses Tanjung...
Ist

Tinjau Pelabuhan Patimban, Menhub: Akhir November Siap Beroperasi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 12:13 WIB
Pelabuhan Patimban juga akan menjadi salah satu pelabuhan yang mengedepankan penggunaan teknologi dan sistem digital dalam...
DOK MANDIRI SYARIAH

BI Dorong Penggunaan Wakaf Lintas Negara untuk Bangun Ekonomi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 08:29 WIB
Bank Indonesia (BI) menilai, wakaf yang tertata dengan baik dan didukung oleh teknologi diharapkan dapat mendorong mobilisasi dana...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya