Minggu 28 Juni 2020, 12:30 WIB

KSPI Minta TKA Tiongkok Dipulangkan Kembali

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi
KSPI Minta TKA Tiongkok Dipulangkan Kembali

Ist
Tenaga Kerja Asing.

 

KONFEDERASI Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta pemerintah menarik kembali Tenaga Kerja Asing (TKA) yang sudah datang ke Indonesia dalam gelombang pertama, serta membatalkan masuknya 500 TKA Tiongkok.

Presiden KSPI, Said Iqbal, menyesalkan hal ini lantaran menciderai rasa keadilan pekerja lokal dan rakyat Indonesia, terutama negara ini mengalami dampak pandemi Covid-19 yang mana telah membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan.

Baca juga: KLHK: Perusak Hutan Lindung Dijerat Pidana Berlapis

Seharusnya, lapangan pekerjaan yang tersedia diberikan sepenuhnya kepada warga negara Indonesia.

"Di tengah pandemi dan banyak buruh yang kehilangan pekerjaan, mengapa TKA justru diizinkan bekerja di Indonesia? Bukankah akan lebih baik jika pekerjaan tersebut diberikan untuk rakyat kita sendiri," kata Said Iqbal dalam keterangan resminya, Minggu (28/6).

Ia mengatakan, jika alasan masuknya ratusan TKA tersebut dibutuhkan keahliannya, Iqbal kurang sependapat. Karena PT Virtue Dragon Nickel Industry sendiri sudah cukup lama ada di Konawe, Sulawesi Tenggara.

"Itu artinya selama ini perusahaan dan pemerintah gagal memenuhi persyaratan bahwa TKA yang bekerja di Indonesia harus tenaga ahli dan melakukan transfer of khowledge dan transfer of job," kata Said Iqbal.

Hal ini mengacu pada UU No 13 Tahun 2003 sudah diamanatkan bahwa setiap 1 orang TKA wajib ada pendamping 10 orang pekerja lokal.

Apabila selama ini TKA yang bekerja di sana ada pendamping tenaga kerja lokal dan terjadi transfer pengetahuan, maka pekerjaan yang ada seharusnya sudah bisa dikerjakan tenaga kerja lokal. Sehingga tidak perlu lagi mendatangkan TKA.

Bagi KSPI, hal itu merupakan pelanggaran terhadap ketentuan hukum yang mengatur mengenai penggunaan tenaga kerja asing. 

"Pelanggaran yang lain, seharus TKA bisa berbahasa Indonesia. Karena tidak bisa berbahasa Indonesia, hal ini akan menyulitkan dalam berkomunikasi, dalam rangka melakukan transfer of knowledge tadi," ujarnya.

"Saya tidak yakin lulusan dari UI, ITB, dan kampus-kampus ternama di Indonesia tidak mampu memenuhi skill yang dibutuhkan di sana," tambah Said Iqbal. (OL-6)

Baca Juga

Dok. JULO

Kolaborasi JULO dan BukuWarung Perluas Akses Kredit untuk Pembiayaan Modal Usaha 7 Juta UMKM

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:39 WIB
Sejak Agustus 2021, JULO bekerja sama dengan BukuWarung memberikan akses kredit digital ke 7 juta UMKM pengguna BukuWarung di...
Dok. Lanxess

Lanxess Gelar Virtual Days Sosialiasi Perkembangan Industri Bahan Kimia Khusus

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:30 WIB
Webinar akan digelar dalam berbagai bahasa dengan basis waktu berbeda-beda bagi wilayah Eropa dan Timur Tengah (EMEA), Asia, India, dan...
Dok. Jaya REeal Property

Geliat Industri Properti Terus Berlanjut, Jaya Real Properti Luncurkan Ruko 2 Lantai Seharga Rp2,2 M

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:18 WIB
Produk ini berupa ruko dua lantai untuk menangkap captive market milenial (usia 24-39 tahun) dan produktif (perkiraan usia 15-64 tahun)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya