Sabtu 06 Juni 2020, 06:45 WIB

Industri Asuransi Jual Polis secara Digital

(Ant/E-3) | Ekonomi
Industri Asuransi Jual Polis secara Digital

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
ASURANSI BERBASIS DIGITAL

 

PELAKU bisnis industri asuransi jiwa nasional mengapresiasi kebijakan stimulus lanjutan di sektor industri keuangan nonbank (IKNB) yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berupa aturan penyesuaian teknis pelaksanaan pemasaran produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau produk asuransi unitlink. Aturan yang dirilis pada 27 Mei 2020 itu diharapkan dapat membantu perusahaan asuransi jiwa dan asuransi jiwa syariah yang bisnisnya terganggu akibat meluasnya wabah virus korona (covid-19).

Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Wiroyo Karsono mengatakan terbitnya aturan baru OJK soal pemasaran PAYDI itu bisa menggairahkan kembali bisnis asuransi jiwa nasional. Hal itu karena penjualan PAYDI perusahaan asuransi jiwa mengalami tekanan akibat pandemi korona.

"Anggota kami melaporkan, pendapatan bisnis mereka menurun akibat terpapar pandemi korona. Penurunan terbesar berasal dari penjualan PAYDI," kata Wiroyo saat dihubungi, kemarin. Wiroyo mengatakan penurunan terjadi sejak adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dikeluarkan sejumlah pemerintah daerah. Dampaknya, perusahaan asuransi sulit memasarkan PAYDI.

Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Riswinandi mengatakan regulator memahami pemberlakuan PSBB telah berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja dan kapasitas operasional konsumen dan pelaku usaha lembaga jasa keuangan nonbank, khususnya industri asuransi.

Karena itu, OJK memberikan penyesuaian teknis pelaksanaan pemasaran PAYDI bagi perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi syariah termasuk unit usaha syariah. Menurut Jens Reisch, Presiden Direktur PT Prudential Life Insurance (Prudential Indonesia), kebijakan OJK terkait penyesuaian pelaksanaan teknis pemasaran PAYDI sejalan dengan kebijakan perusahaan yang sedang bertransformasi ke digital.

"Kebijakan ini sejalan dengan transformasi digital yang telah Prudential Indonesia lakukan dalam beberapa tahun terakhir, di mana perseroan telah mengembangkan kemampuan digital yang terintegrasi. Kami siap mengimplementasikan peraturan ini," ujar Jens. (Ant/E-3)

Baca Juga

Ist/Kementan

Tata Kelola Budi Daya yang Baik Hasilkan Pisang Kualitas Ekspor

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 15:56 WIB
Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan, memiliki program Kampung Hortikultura yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya...
Ist/Bpjamsostek

BPJAMSOSTEK Dukung Perekonomian Nasional Melalui Kerja Sama Investasi dengan Pertamina Group

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 13:34 WIB
Kerja sama ini ditujukan untuk mensinergikan sumber daya yang dimiliki dalam melakukan kerja sama investasi khususnya melalui instrumen...
Ist/Dok.MI

Situasi Ekonomi pada PPKM Level 4 akan Lebih Berat

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 12:34 WIB
Ekonom Bhima Yudhistira mengatakan tekanan ekonomi pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 akan lebih...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencari Abdi Negara di Tengah Pandemi

Jumlah pelamar di bawah perkiraan 5 juta orang dan menurun ketimbang perekrutan sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya