Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH berkomitmen untuk melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia melalui upaya konservasi yang sistematis yakni perlindungan sistem pendukung kehidupan, pelestarian keanekaragaman spesies dan ekosistemnya, dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
"Salah satu capaian keberhasilan Pemerintah Indonesia guna perlindungan keanekaragaman hayati melalui penurunan laju deforestasi," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, pada acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup, Jumat (5/6).
Menteri Siti menjelaskan deforestasi tahunan Indonesia pernah mencapai lebih dari 3,5 juta hektar dalam periode 1996 hingga 2000, namun telah turun tajam menjadi 0,44 juta dan akan terus turun di masa mendatang. Oleh karena itu, penurunan angka deforestasi di masa pemermtahan Presiden Joko Widodo menjadi bukti komitmen pemenuhan target dan sasaran global yang berkantan dengan keanekaragaman hayati hutan.
Pada tingkat ekosistem, Indonesia memmki 51 juta hektar kawasan lindung, atau leblh dari 28 persen daratan. KLHK bekerja keras mengkonsolidaslkan High Conservation Value Forest (HCVF) yang dapat masuk ke dalam sistem kawasan yang dilindungi, untuk mendukung konektivitas habitat satwa yang terfragmentasi akibat berbagal aktivitas pemanfaatan kawasan hutan.
"Kita sedang konsolldasikan untuk menjado lebih tertata," sebutnya
Baca juga : Separuh PNS DKI Jakarta Akan Kembali Masuk Kantor
Pada tingkat spesles, Menteri Siti menegaskan Indonesia telah menyusun peta jalan memulihkan populasl 25 spesies target yang terancam punah. Dari 270 lokasi pemantauan, diketahui beberapa populasi spesies meningkat dalam lokasi pemantauan, seperti Jalak Ball, Harimau Sumatra, Badak Jawa, Gajah Sumatra, dan Elang Jawa.
Pada tingkat genetik, Indonesia telah mempromosikan bioprospeksi untuk keamanan dan kesehatan pangan, seperti Candidaspongia untuk antikanker, dan gaharu u‘ntuk disinfektan, yang produksinya telah ditingkatkan selama pandemi covid-19 ini.
"Dengan demikian, Indonesia. sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa dapat memberikan kontribusi manfaat dan pengurangan laju kehilangan keanekaragaman hayati secara global," paparnya
Dunia saat ini sedang mengalaml masa sulit karena pandeml covid-19 yang telah merenggut banyak nyawa dan mengubah roda sosial dan ekonomi. Lanjut Siti, Bioprospeksi diyakini menjadi ssalahsatu jawaban untuk permasalahan covid-19.
"Kita dapat diambil untuk mencari dan menemukan obat obatan yang bersumber dari beragam spesies dan sumber daya genetik Indonesia. Dalam hal ini, para peneliti ditantang untuk menemukan vaksin dan obat obatan secepat mungkin," pungkasnya (OL-2)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved