Rabu 20 Mei 2020, 10:41 WIB

​​​​​​​Defisit Transaksi Berjalan Triwulan I 2020 Turun

M. Ilham Ramadhan Avisena, Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi
​​​​​​​Defisit Transaksi Berjalan Triwulan I 2020 Turun

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Bongkar Muat Tanjung Priok milik Pelindo II, Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

PENURUNAN impor yang sejalan dengan pelambatan ekonomi domestik tercermin pada defisit transaksi berjalan triwulan I 2020 yang menurun. 

Tercatat defisit transaksi berjalan sebesar US$3,9 miliar atau setara 1,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB), lebih rendah ketimbang triwulan sebelumnya yang mencapai US$8,1 miliar atau setara 2,8% dari PDB.

"Penurunan defisit transaksi berjalan tersebut dipengaruhi oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang, disertai dengan penurunan defisit neraca jasa dan neraca pendapatan primer," ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko melalui keterangan resmi, Rabu (20/5).

Perbaikan surplus neraca perdagangan barang disebabkan oleh penurunan impor seiring dengan permintaan domestik yang melambat. Hal itu mengurangi dampak penurunan ekspor akibat kontraksi pertumbuhan ekonomi dunia.

Defisit neraca jasa juga membaik dipengaruhi oleh penurunan defisit jasa transportasi sejalan dengan penurunan impor barang. Defisit neraca jasa juga membaik di tengah penurunan surplus jasa travel akibat berkurangnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Di samping itu, perbaikan defisit neraca pendapatan primer sejalan dengan aktivitas ekonomi domestik, turut mendorong penurunan defisit transaksi berjalan.

Baca juga: Optimisme Pelaku Pasar Angkat Kurs Rupiah

Transaksi modal dan finansial triwulan I 2020 menurun signifikan di tengah tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global. Transaksi modal dan finansial defisit sebesar US$2,9 miliar, terutama dipengaruhi oleh defisit investasi portofolio, setelah pada triwulan sebelumnya surplus sebesar US$12,6 miliar.

Defisit investasi portofolio ini dipicu besarnya aliran modal keluar akibat kepanikan pasar keuangan global terhadap pandemi covid-19.

"Dengan perkembangan tersebut, NPI (Neraca Pembayaran Indonesia) triwulan I 2020 defisit sebesar US$8,5 miliar, dan posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2020 sebesar US$121,0 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,0 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional," jelas Onny.

Dengan langkah stabilisasi dan penguatan bauran kebijakan Bank Indonesia, berkoordinasi erat dengan Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik kembali membaik.

Ke depan, imbuh Onny, BI akan mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas perekonomian, serta memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal. (A-2)

 

 

Baca Juga

ANTARA/Prasetia Fauzani

Istana akan Cari Solusi Harga Daging Sapi Tinggi

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 20 Januari 2021, 17:05 WIB
Pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi untuk daging sapi pada Rp120 ribu per...
Antara/Wahdi Septiawan

Setiap Tahun, Produksi Sawit RI Bisa Capai 37,5 Juta Ton

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 20 Januari 2021, 15:48 WIB
Industri sawit juga berkontribusi terhadap kinerja ekspor nonmigas nasional, yakni 14,9% per tahun. Sektor tersebut melibatkan 4,2 juta...
Dok. Ist

Perbaikan Plant Perta Arun Selesai, Pasokan Gas Kembali Normal

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 15:21 WIB
Suplai gas ke pembangkit PLN Belawan dan PLN PLTMG Arun kini sudah seperti...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya