Senin 11 Mei 2020, 10:45 WIB

Antisipasi Kemarau, Kementan Dorong Pengembangan Pangan Lokal

mediaindonesia.com | Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Kementan Dorong Pengembangan Pangan Lokal

DOK KEMENTAN

 

Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meramalkan Indonesia akan segera memasuki musim kemarau. BMKG menyebut musim kemarau tahun ini akan menjadi musim kemarau terkering dibanding tahun-tahun sebelumnya. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas (5/5) memerintahkan jajarannya untuk mengantisipasi hal tersebut.

“Berdasarkan prediksi BMKG, 30% daerah akan mengalami kemarau pada zona musim ke depan. Oleh sebab itu, antisipasi, mitigasi harus betul-betul disiapkan, sehingga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan tidak terganggu," kata Jokowi.

Merespons hal tersebut, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan telah menyiapkan sejumlah strategi dalam menghadapi kekeringan panjang, antara lain mempercepat musim tanam dengan memanfaatkan ketersediaan air hujan, mempercepat penyediaan benih, pupuk hingga obat-obatan, dan menyiapkan sejumlah wadah penampung air yang nantinya bisa mengaliri area pertanian. Ketersediaan air pun bisa dipastikan tetap ada, meski terjadi kekeringan.

Baca Juga: Kementan Jamin Kelancaran Distribusi Pangan

Selain itu, Kementan juga mendorong pengembangan pangan lokal, sebagai salah satu strategi ketahanan pangan agar tetap terjaga, di tengah pandemi dan menghadapi kekeringan.

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi, pihaknya mendorong masyarakat untuk mengonsumsi pangan lokal, dan tidak tergantung pangan impor.

"Kita mencoba mendorong masyarakat Indonesia mengonsumsi pangan lokal, dan tidak mengandalkan impor. Kalau makan buah dan sayuran jangan yang impor lah, sehingga pangan lokal ini akan berjaya," ujar Agung ketika dihubungi, Sabtu (9/5).

Baca Juga: Kementan: 455.318 Ayam Peternak Mandiri Dibeli Mitra Peternak

Agung menggarisbawahi bahwa, yang dimaksud pangan lokal tidak terbatas pada komoditas pangan tertentu. Pangan lokal menurut Agung adalah, semua komoditas pangan yang ditanam atau diproduksi di dalam negeri.

“Pangan lokal tidak terbatas sagu singkong, semua produksi pangan dari dalam negeri itu pangan lokal, sayuran, buah-buahan, dan lainnya. Kita makan pangan yang kita hasilkan sendiri. Lupakan impor, kembalilah ke pangan lokal kita,” ujar Agung.

Ditambahkan Agung, kondisi pandemi saat ini, masyarakat harus mampu menyediakan pangan sendiri, harus mampu memproduksi sendiri, karena kecenderungan setiap negara mengutamakan kebutuhan pangan dalam negeri.

“Kekuatan ketahanan pangan menghadapi kondisi pandemi dan kekeringan mendatang, terletak di ketahanan pangan keluarga, karena itu kita dorong masyarakat untuk mampu memproduksi pangan sendiri dari pekarangan mereka,” pungkas Agung.

Baca Juga: Kementan Jaga Produksi Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Karena itu, Kementan juga memfasilitasi program family farming (pertanian keluarga) yang tujuannya selain untuk menggerakkan ekonomi, juga agar masyarakat mampu menyediakan pangannya sendiri.

"Lalu ada program family farming, pekarangan pangan, kenapa itu kita lakukan, sekarang kita tau pandemi COVID-19 ini banyak orang nganggur, orang ga bisa pulang kampung nganggur, oleh karena itu kita bantu dengan kegiatan family farming, pemanfaatan pekarangan pangan, kita berikan bantuan modal untuk mereka menggerakkan ekonomi, paling tidak mereka mampu menyediakan pangannya untuk dirinya," jelas Agung.

Agung pun optimistis bila seluruh upaya itu berjalan mulus, maka stok pangan di Indonesia akan aman sampai Februari 2021 mendatang.

"Dengan berbagai strategi tadi Insyaallah kita aman sampai Desember bahkan Februari (2021) kalau ini semua berjalan sesuai dengan yang kita harapkan," pungkasnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

Istimewa

Penerapan Industri Hijau dan Circular Economy Naikkan Daya Saing

👤Haryanto 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 22:35 WIB
PENINGKATAN produktivitas dan daya saing sektor industri manufaktur merupakan salah satu kunci untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi...
Dok.BCA

BCA Raih 33 Award di Contact Center World - Asia Pasifik 2020

👤Heryadi 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 21:22 WIB
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil membuktikan layanan yang prima dengan membawa pulang 33 penghargaan dalam beberapa kategori ajang...
Dok. Istimewa

30 Pelaku Usaha Ikuti Pelatihan Intensif #SampoernaUntukUMKM

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 19:47 WIB
UMKM yang merupakan kunci kemandirian ekonomi kerakyatan, utamanya di masa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya