Minggu 29 Maret 2020, 06:50 WIB

Kementan Jamin Kelancaran Distribusi Pangan

DESPIAN NURHIDAYAT | Ekonomi
Kementan Jamin Kelancaran Distribusi Pangan

Dok. Pribadi
Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Risfaheri.

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) menjamin kelancaran distribusi pangan secara nasional selama masa pandemi covid-19.

"Contohnya di wilayah Jabodetabek yang sudah masuk zona merah, masyarakat tetap butuh pangan. Petani kita tetap berproduksi dan distribusikan secara lancar," ungkap Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Risfaheri, dilansir dari keterangan resmi, kemarin.

Pihaknya, imbuh Risfaheri, selalu memastikan stok dan produksi selalu ada di sektor hulu.

"Untuk kelancaran distribusinya,sekalipun ini tupoksi Kementerian Perdagangan, karena ini menyangkut hajat hidup masyarakat, Kementan tentunya berupaya agar pangan tersebut sampai ke masyarakat sehingga bisa tercukupi," lanjut Risfaheri.

Salah satu contoh, saat ini Kementan telah berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya di DKI Jakarta, gapoktan, dan pelaku usaha lain untuk memastikan kebutuhan pangan bisa terpenuhi dengan lancar.

"Kami selalu berusaha agar pasokan tetap tersedia. Toko Tani Indonesia (TTI) Center di Jakarta maupun Bogor

tetap buka dan selalu menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau," kata Risfaheri.

Lebih lanjut, Toko Tani Indonesia memiliki efek psikologis yang kuat dan kehadirannya yang tersebar menjadi alternatif masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan pokok yang berkualitas dan terjangkau.

Dalam kesempatan berbeda, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan kembali menerbitkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) untuk komoditas bawang putih sehingga totalnya menjadi 450.000 ton.

"Hingga saat ini, RIPH bawang putih yang telah diterbitkan Kementan sebanyak 450.000 ton. Ada 54 importir yang telah mendapat RIPH bawang

putih," kata Dirjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, di akarta,

kemarin.

Ia menjelaskan volume RIPH bawang putih yang telah diterbitkan sangat mencukupi untuk pengamanan pasokan sampai dengan akhir 2020.

Dalam catatannya, kebutuhan nasional bawang putih diperkirakan mencapai 47.000-48.000 ton per bulan. Jika RIPH tersebut direalisasikan

importir, pasokan bawang putih mencukupi hingga sembilan bulan ke depan.

Kementan juga menerbitkan RIPH kepada 43 importir untuk mendatangkan 227.000 ton bawang bombai. Dengan kebutuhan nasional sebesar 10.000-11.000 ton per bulan, realisasi impor bawang bombai bisa  mencukupi pemenuhan hingga satu tahun lebih. (Des/Ant/E-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Pertamina Gandeng Tiga BUMN

👤Suryani Wandari PP 🕔Rabu 15 Juli 2020, 05:25 WIB
Dalam 5 tahun ke depan, Pertamina berencana melakukan pengadaan 48 kapal. Sebanyak 15 kapal di antaranya akan dilakukan di dalam...
AFP

Wall Street Dibuka Tergelincir di Tengah Laporan Laba

👤Antara 🕔Rabu 15 Juli 2020, 05:22 WIB
Saham-saham nama teknologi besar mengalami kesulitan dengan Facebook, Amazon dan Netflix, masing-masing turun setidaknya 0,4 persen pada...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Legislator Dukung Industri Farmasi Herbal

👤Ant/E-2 🕔Rabu 15 Juli 2020, 05:10 WIB
Rachmat meyakini kemampuan kajian dan penelitian para ahli farmasi Indonesia. “Kajian mereka terbukti dan terus berkembang dari tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya