Selasa 21 Januari 2020, 17:15 WIB

Penaikan Tarif Ojol Jangan Jadi Bumerang

Hilda Julaika | Ekonomi
Penaikan Tarif Ojol Jangan Jadi Bumerang

MI/Andry Widyanto
Demo ojek online menuntut penaikan tarif di Jakarta, Rabu (15/1).

 

Peneliti bidang ekonomi The Indonesian Institute, M. Rifki Fadilah meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengevaluasi tarif ojek daring/online (ojol) yang selama ini berlaku. Pemerintah harus memperhatikan willingness to pay (WTP) dari konsumen sebelum menaikkan tarif ojol.

"Tarif ojol ini tidak bisa langsung naik mendadak. Ojol demo lalu tarif naik. Kita juga harus perhatikan willingness to pay dari konsumen. Jangan dinaikkan justru memberatkan konsumen,” kata Rifki kepada Media Indonesia, Selasa (21/1).

Lebih lanjut ia menjelaskan penaikan tarif ojol ini memerlukan studi lebih mendalam. Pasalnya, penyesuaian tarif ojol yang dilakukan pada September 2019 lalu belum ada evaluasinya.

“Tarif yang kemarin saja belum ada evaluasinya, sekarang mau dinaikkan lagi. Ada baiknya pemerintah melakukan evaluasi penaikan tarif ojek online terdahulu, sebelum memberlakukan tarif baru lagi,” papar Rifki.

Dia mengingatkan jangan sampai penaikan tarif ojol menjadi bumerang. Masyarakat jadi malas naik ojol karena semakin mahal dan beralih ke transportasi lain.

Selain itu, Rifki juga meminta kepada pihak aplikator untuk terus memperbaiki layanannya kepada para konsumen. Khususnya perlindungan konsumen atas maraknya penipuan online dengan menggunakan modus transfer ke virtual account.

"Begitupun masalah penggunaan data pribadi belum menjadi perlindungan pelaku usaha, sementara selama ini konsumen dengan mudah memberikan data-data pribadi," tandasnya. (E-3)

 

Baca Juga

ANTARA/Rivan Awal Lingga

BI: Penguatan Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Berlanjut

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 21 Januari 2021, 18:20 WIB
Nilai tukar rupiah pada 20 Januari 2021 menguat 0,77% secara rerata dan 0,14% secara point to point dibandingkan dengan level Desember...
MI/AGUNG WIBOWO

Dugaan Korupsi di BP Jamsostek, UU Pasar Modal Perlu Direvisi

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 21 Januari 2021, 18:06 WIB
Menurut Suparji, kekuatan hukum yang lebih efektif perlu diberikan dalam pengawasan pasar...
MI/Andri Widiyanto

Ekonomi Indonesia 2021 Dapat Tumbuh 5,8%

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 21 Januari 2021, 17:30 WIB
Kenaikan kasus covid-19 di Indonesia telah memengaruhi aktivitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya