Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBIJAKAN penerapan ambang batas bea masuk pada barang impor senilai 3 dollar AS dinilai akan berdampak negatif bagi platform perdagangan elektronik (e-commerce).
Pengamat ekonomi CORE Indonesia Piter Abdullah menyebut, dampak tersebut terutama terhadap penjualan barang impor. Karena melalui pengenaan bea masuk, harga produk yang dibeli melalui pasar digital (marketplace) akan bernilai lebih mahal.
"Kebijakan ini tentunya akan berdampak negatif terhadap perdagangan online karena dengan pengenaan bea masuk ini harga produk yang dibeli melalui online akan terasa lebih mahal," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (25/12).
Meski begitu, Piter belum bisa memastikan seberapa besar pengaruhnya terhadap bisnis marketplace. Dia menyebutkan ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi.
Salah satunya, bagi produk-produk impor yang memiliki penggantinya (substitusi) dari dalam negeri maka kebijakan ini akan berdampak signifikan.
Baca juga : Kemendag Gelar Pertemuan dengan WTO Bahas Kebijakan Perdagangan
Artinya konsumen beralih untuk membeli produk dalam negeri. Namun, untuk produk-produk yang tidak ada substitusinya maka konsumen akan tetap lebih memilih barang impor.
"Tapi sejauh mana elastisitas konsumen marketplace terhadap perubahan harga belum kita ketahui. Apabila tidak elastis maka impor tetap tinggi, bisnis online tetap marak. Saya kira nantinya akan bergantung kepada jenis produknya. Apakah produk tersebut memiliki substitusi atau tidak," jelas Piter.
Untuk itu, menurut Piter, selain memberlakukan ambang batas bea masuk untuk barang impor. Pemerintah perlu memfokuskan pada membangun kembali industri dalam negeri. Menurutnya, untuk menahan laju impor tidak cukup melalui penerapan kebijakan bea masuk semata.
Sementara itu, Piter berpandangan dalam menghadapi kebijakan baru ini, Marketplace bisa mengantisipasinya dengan program cashback atau promo bagi konsumen. Selain itu, peningkatan pelayanan pun bisa menjadi alternatif untuk diterapkan saat kebijakan bea masuk ini diterapkan.
"Yang bisa dilakukan marketplace adalah menutup kenaikan ini sebagian dengan cashback atau promo-promo lainnya yang tentu saja akan jadi bakar duit. Pertanyaannya apakah marketplace masih punya kemampuan itu. Pilihan lain adalah meningkatkan pelayanan," tandasnya. (OL-7)
Jangan terjebak! Simak modus penipuan berkedok program affiliate e-commerce yang meminta deposit uang. Kenali ciri-ciri dan cara verifikasi agar data dan uang Anda tetap aman
Platform e-commerce menjadi salah satu pilihan praktis bagi konsumen untuk menemukan berbagai perlengkapan yang menunjang aktivitas selama libur Lebaran melalui belanja online.
Memasuki 2026, isu efisiensi operasional semakin menjadi perhatian utama sektor logistik darat di Indonesia
Penghargaan ini memperkuat posisi kedua brand sebagai pilihan terpercaya keluarga Indonesia dalam pemenuhan nutrisi anak melalui kanal digital.
Laporan E-Commerce Global Otto Media Grup 2025 mencatat meskipun e-commerce lintas batas global mencapai hampir US$1,24 triliun, tingkat pembatalannya mencapai sekitar 70%.
Pada tahun 2025 jumlah pengguna internet mencapai 221 juta jiwa atau hampir 80 persen dari total populasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved