Rabu 25 Desember 2019, 19:27 WIB

Bea Masuk Impor Barang Dinilai Berdampak Negatif ke E-commerce

Hilda Julaika | Ekonomi
Bea Masuk Impor Barang Dinilai Berdampak Negatif ke E-commerce

Antara/Fakhri Hermansyah
Suasana di Pusat Logistik berikat E-commerce di Bekasi, Jawa Barat

 

KEBIJAKAN penerapan ambang batas bea masuk pada barang impor senilai 3 dollar AS dinilai akan berdampak negatif bagi platform perdagangan elektronik (e-commerce).

Pengamat ekonomi CORE Indonesia Piter Abdullah menyebut, dampak tersebut terutama terhadap penjualan barang impor. Karena melalui pengenaan bea masuk, harga produk yang dibeli melalui pasar digital (marketplace) akan bernilai lebih mahal.

"Kebijakan ini tentunya akan berdampak negatif terhadap perdagangan online karena dengan pengenaan bea masuk ini harga produk yang dibeli melalui online akan terasa lebih mahal," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (25/12).

Meski begitu, Piter belum bisa memastikan seberapa besar pengaruhnya terhadap bisnis marketplace. Dia menyebutkan ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi.

Salah satunya, bagi produk-produk impor yang memiliki penggantinya (substitusi) dari dalam negeri maka kebijakan ini akan berdampak signifikan.

Baca juga : Kemendag Gelar Pertemuan dengan WTO Bahas Kebijakan Perdagangan

Artinya konsumen beralih untuk membeli produk dalam negeri. Namun, untuk produk-produk yang tidak ada substitusinya maka konsumen akan tetap lebih memilih barang impor.

"Tapi sejauh mana elastisitas konsumen marketplace terhadap perubahan harga belum kita ketahui. Apabila tidak elastis maka impor tetap tinggi, bisnis online tetap marak. Saya kira nantinya akan bergantung kepada jenis produknya. Apakah produk tersebut memiliki substitusi atau tidak," jelas Piter.

Untuk itu, menurut Piter, selain memberlakukan ambang batas bea masuk untuk barang impor. Pemerintah perlu memfokuskan pada membangun kembali industri dalam negeri. Menurutnya, untuk menahan laju impor tidak cukup melalui penerapan kebijakan bea masuk semata.

Sementara itu, Piter berpandangan dalam menghadapi kebijakan baru ini, Marketplace bisa mengantisipasinya dengan program cashback atau promo bagi konsumen. Selain itu, peningkatan pelayanan pun bisa menjadi alternatif untuk diterapkan saat kebijakan bea masuk ini diterapkan.

"Yang bisa dilakukan marketplace adalah menutup kenaikan ini sebagian dengan cashback atau promo-promo lainnya yang tentu saja akan jadi bakar duit. Pertanyaannya apakah marketplace masih punya kemampuan itu. Pilihan lain adalah meningkatkan pelayanan," tandasnya. (OL-7)

Baca Juga

DOK bank bjb

Tak Main-Main, bank bjb Bakal Seret Nasabah Nakal!

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Januari 2021, 12:49 WIB
Dirut bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan bank bjb telah bekerja sama dengan Kejaksaan, Kepolisian, Pengadilan, hingga KPK untuk...
Antara/Audy Alwi

LPS Pertahankan Suku Bunga Penjaminan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Januari 2021, 12:35 WIB
Tingkat bunga penjaminan untuk rupiah pada bank umum sebesar 4,5 persen dan untuk valas pada bank umum sebesar 1...
DOK BANK BJB

Webinar Gratis bank bjb Bagikan Tips Cuan dengan Digital Marketing

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Januari 2021, 12:31 WIB
Bincang Jumat Bisnis Online bank bjb kali ini akan diberlakukan secara nasional dengan mengankat tema yang diusung yaitu 'Meraih Omset...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya