Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan lagi Uni Eropa soal diskriminasi kelapa sawit terutama bio feul jangan sampai mengganggu mitra dagang yang sudah berjalan baik. Hal itu disampaikan Airlangga seusai menemani Presiden Joko Widodo bertemu delegasi Dewan Bisnis Uni Eropa-ASEAN di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/11).
Airlangga menjelaskan, perdagangan bio fuel di Uni Eropa itu sebesar US$650 juta. Sementara total perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa mencapai angka US$31 miliar.
Baca juga: Negara Produsen Kelapa Sawit Ancam Balas UE
"Jangan sampai US$650 juta itu ganggu bilateral Indonesia dengan Uni Eropa," tegas Airlangga di Kantor Presiden.
Airlangga juga mengingatkan produk perdagangan lain kedua negara. Tidak dimungkiri Indonesia merupakan negara pembeli terbesar untuk pesawat Airbus.
“Kami ingatkan bahwa Indonesia adalah the biggest buyer dari Air Bus dan masih ada pending order 200 unit pesawat. Jadi bagaimana kita mencari jalan keluar terkait dengan masalah bio feul di Eropa tersebut," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam pertemuan itu menyindir adanya diskriminasi terhadap minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia oleh Uni Eropa.
Jokowi menegaskan, tak akan tinggal diam atas tindakan negara-negara Eropa tersebut. Menurutnya, diskriminasi terjadi melalui berbagai aturan Uni Eropa yang menyulitkan masuknya salah satu komoditas utama Indonesia tersebut.
"Diskriminasi terhadap CPO Indonesia juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Eropa," kata Jokowi. (Mal/A-3)
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok crude palm oil (CPO) nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadan.
Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, mencatat laba bersih unaudited sebesar Rp6,19 triliun sepanjang tahun buku 2025.
Normansyah menegaskan BPDP berkomitmen berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kementerian terkait dalam mempercepat program-program perkebunan tersebut.
Di tengah harga energi global yang masih bergejolak dan tekanan impor bahan bakar minyak yang terus membayangi anggaran negara, kebijakan energi kini tak lagi sekadar urusan teknis.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
BERBAGAI komentar negatif terus dinarasikan dalam beberapa bulan terakhir ini terkait dengan komoditas nonmigas andalan utama ekonomi nasional, yakni kelapa sawit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved