Selasa 26 November 2019, 02:00 WIB

Erick Bidik Eks Menteri Pimpin BUMN

Faustinus Nua | Ekonomi
Erick Bidik Eks Menteri Pimpin BUMN

ANTARA
Menteri BUMN Erick Thohir

 

MANTAN Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dipastikan menjadi Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tak cuma Rudiantara, sejumlah mantan menteri akan dipanggil tim penilai akhir (TPA) yang dibentuk Presiden guna mengisi posisi penting yang masih lowong di sejumlah BUMN.

Staf Ahli Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga memastikan tokoh-tokoh atau mantan menteri yang akan dipanggil ialah orang-orang yang punya kapasitas mumpuni, juga punya pengalaman memimpin perusahaan besar.

"Pokoknya ada lah. Banyak, tunggu saja, enggak bisa saya beri tahu angkanya. Kita kan belum evaluasi perusahaannya. Setelah evaluasi, baru ini perlu diganti," kata Arya di Kompleks Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung di kantornya mengatakan Menteri Komunikasi dan Informatika 2014-2019 Rudiantara ditunjuk sebagai Direktur Utama PT PLN.

"Mudah-mudahan segera dilantik. Yang jelas saya sudah tanda tangan. Ini banyak perubahan di BUMN," kata Pramono.

Arya mengatakan keputusan menunjuk Rudiantara ialah keputusan yang tepat. Pasalnya, Rudiantara bukan orang baru di PT PLN. "Dia pernah menjadi Wakil Dirut PT PLN pada 2008-2009," kata Arya.

Selama di PLN, Rudiantara terlibat dalam pencarian dana perusahaan terutama pinjaman untuk proyek pembangkit listrik 10.000 megawatt. Setelah itu, ia mengundurkan diri.

"Sosok kandidat Dirut PLN yang dicari merupakan sosok profesional dan kuat serta memahami alur bisnis," ucap Arya.

 

Orias pimpin PT Inalum

Menteri BUMN Erick Thohir, kemarin, juga mengesahkan Orias Petrus Moedak sebagai Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Hal itu dilakukan melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk menggantikan posisi Budi Gunadi Sadikin yang ditunjuk sebagai Wakil Menteri BUMN.

"Pak Budi Sadikin telah meletakkan fondasi holding industri pertambangan dan membangun sinergi antaranggota holding dengan baik. Saya harap Pak Orias dapat melanjutkan tongkat estafet dan mengejar target-target yang harus dicapai, khususnya yang terkait dengan hilirisasi bahan tambang dan membangun perusahaan industri pertambangan kelas dunia," kata Erick.

Orias bukan orang baru di industri pertambangan. Sebelumnya, Orias menjabat Wakil Direktur Utama PT Freeport Indonesia. Ia juga merupakan Chief Financial Officer (CFO) PT Inalum dan pernah menjabat Direktur Keuangan di PT Pelindo II.

Dengan segudang pengalaman itu, Menteri BUMN optimistis perubahan pos tersebut bisa meningkatkan kinerja PT Inalum ke depan. Dia juga meminta Orias melanjutkan kinerja dirut sebelumnya.

"Pak Budi Sadikin ialah Wamen yang membina industri pertambangan sehingga saya yakin transisi akan berjalan mulus. Saya minta Pak Orias terus mempertahankan aspek good corporate governance (GCG) yang selama ini sudah baik," imbuh Erick.

Saat ditemui di Kompleks Kementerian BUMN, Orias mengaku telah menerima SK dari Menteri BUMN. Penunjukan dirinya juga melalui proses TPA.

"Iya, tadi dikasih SK-nya sebagai dirut," ujarnya singkat. (E-2)

Baca Juga

Ist

Belajar Trading Forex bersama Bintang Terus Mendulang Popularitas

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 04 Desember 2020, 23:40 WIB
Para penonton akan dapat mengadopsi pendekatan yang sama dari mereka dan mulai menerapkan teknik yang sama bersama para selebritas favorit...
ANTARA/Umarul Faruq

Utang Rp1,91 T, Lapindo Dibolehkan Bayar Pakai Aset ke Negara

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 04 Desember 2020, 19:55 WIB
Jika nilai aset yang diajukan tidak cukup membayar total utang maka pemerintah akan segera mencari cara lain termasuk meminta pembayaran...
DOK Sharp

Sambut Tahun Baru dengan Program Promosi Happy Day

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 04 Desember 2020, 19:40 WIB
Tentu keberadaan pandemi sekarang kehadiran diskon dan promosi lebih dibutuhkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya