Rabu 13 November 2019, 15:07 WIB

Kemendag Pantau Bahan Pokok di Pasar

Faustinus Nua | Ekonomi
Kemendag Pantau Bahan Pokok di Pasar

MI/Susanto
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto

 

KEMENTERIAN Perdagangan berencana untuk melakukan penetrasi (turun langsung) pasar jelang hari raya Natal 2019 dan tahun baru 2020. Tujuan penetrasi pasar, untuk memantau beberapa harga komoditas kebutuhan pokok.

"Tantangan yang perlu kita antisipasi ialah inflasi kelompok bahan makanan 2019 cenderung naik, serta musim kemarau panjang yang hampir merata di seluruh Indonesia," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto di Jakarta, Rabu (13/11).

Agus menjelaskan beberapa kebutuhan pokok yang akan dipantau Kemendag seperti beras, daging sapi, minyak goreng, gula, tepung terigu, bawang putih, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, telur ayam ras dan daging ayam ras. Stabilitas harga beberapa komoditi tersebut, lanjutnya, perlu dijaga menjelang dua momen besar akhir tahun.

"Hari besar keagamaan nasional merupakan periode yang rawan mengalami gejolak pasar, khususnya barang kebutuhan pokok akibat faktor peningkatan demand masyarakat," tuturnya.

Baca juga: Kemendag Beri Bantuan Bahan Pokok Kepada Korban Gempa Maluku

Berdasarkan data BPS sampai minggu keempat Oktober 2019, harga bahan pokok dibandingkan dengan bulan sebelumnya relatif stabil seperti beras, daging sapi, minyak goreng, gula, tepung terigu dan bawang putih. Adapun, beberapa komoditi mengalami penurunan harga seperti cabai rawit 17,93%, cabai merah 10,88% dan telur ayam ras 5,70%.

"Komoditi yang mengalami kenaikan harga hanya bawang merah 5,7% dan daging ayam ras 5,55%. Tugas kita bersama untuk mejaga harga tetap stabil agar tercapainya sasaran inflasi pemerintah yang telah ditetapkan dibawah 3,5%," imbuhnya.

Inflasi umum pada oktober 2019 dari bulan ke bulan (MoM) sebesar 0,02% dan inflasi sepanjang tahun 2019 sebesar 2,2%. Sementara itu, kelompok bahan makanan Oktober 2019 secara MoM mengalami inflasi 0,41%. Namun secara keseluruhan, inflasi kelompok bahan makanan sepanjang 2019 secara year to date sebesar 3,09% atau tertinggi dibangding kelompok pengeluaran lainnya.

"Beberapa faktor utama penyebab naiknya inflasi tersebut adalah kenaikan harga cabai merah akibat kemarau yang cukup panjang. Hal ini perlu kita waspadai dan antisipasi," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

AFP

Visa Bantu Akselerasi Pelaku Startup Kembangkan Bisnis

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 01 Desember 2020, 23:40 WIB
Visa memiliki posisi yang unik untuk membantu perusahaan startup berekspansi ke negara lain dan menjangkau pelanggan...
MI.com/Vicky Gustiawan

Penjualan Xiaomi Mengungguli Apple

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 01 Desember 2020, 23:00 WIB
Xiaomi tercatat menjual 44,4 juta unit, sedangkan Apple menjual 40,5 juta unit, turun 0,6 persen dibandingkan pada...
Ilustrasi

APBN 2021 Capai Rp2.750 Triliun, Pendidikan Kebagian Rp550 Triliun

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 01 Desember 2020, 22:55 WIB
Alokasi ini dikatakan menjadi yang terbesar dibandingkan bidang lain di mana mencapai 20% dari total APBN...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya