Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Pembatalan rencana penaikan harga gas industri PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dinilai pelaku pasar modal bakal semakin memperbesar ketidakpastian investasi dalam pengembangan infrastruktur gas nasional, termasuk menekan bisnis perseroan.
Kepala Riset PT Koneksi Kapital Marolop Alfred Nainggolan menilai pembatalan rencana PGN tersebut juga merugikan investor di pasar modal. Pasalnya, ruang ekspansi bagi perusahaan pelat merah ini untuk melakukan aksi korporasi juga semakin terbatas. Di lain pihak, harga gas industri yang berlaku saat ini tidak pernah naik sejak 2013.
Dia menambahkan bisnis PGN ialah capital intensive pembangunan infrastruktur gas, yang berarti perlu pendanaan besar. Kalau terus mengandalkan liabilitas saja, tentu tidak sehat sehingga perlu diimbangi ekuitas yakni laba (retained earning).
"Beban produksi, usaha, dan bahkan beban keuangan mengalami kenaikan tiap tahun. Kalau tidak ada penyesuaiaan dengan menaikkan harga jual, enggak sehat. Bagaimana bisa tumbuh cepat kalau kesempatan untuk tumbuh dibatasi," jelas Marolop di Jakarta, Minggu (3/11).
Harga gas industri di Indonesia berkisar US$10-US$11 per mmbtu. Harga itu jauh lebih rendah daripada harga gas di Vietnam dan Tiongkok. Bahkan, jika dibandingkan dengan harga gas rumah tangga yang berkisar Rp6.000 per meter kubik (m3), harga gas industri hanya Rp4.000 per m3.
Harga gas bumi yang tidak mencapai tingkat keekonomian ini pada akhirnya berimbas pada kinerja PGN. Pasalnya, mayoritas pengguna gas PGN ialah sektor industri.
Sampai kuartal III 2019, laba bersih PGN terkoreksi 47,1% menjadi US$129,1 juta jika dibandingkan dengan periode yang sama 2018 sebesar US$244,3 juta. Pekan lalu, saham PGN di Bursa Efek Indonesia tergerus 20,9% ke level Rp1.850 per saham.
Ekonom Defiyan Cori menilai tekanan Kadin terhadap pemerintah untuk membatalkan kenaikan harga gas industri menunjukkan bahwa sektor manufaktur Indonesia lemah dan belum efisien.
"Mestinya kenaikan harga energi seperti ini sudah menjadi bagian dari mitigasi risiko bisnis sehingga telah diantisipasi sejak awal," ujar Defiyan. (RO/E-3)
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
DI sektor petrokimia, pengelolaan air tidak hanya berfokus pada pemenuhan baku mutu lingkungan, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kontinuitas operasi industri.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Hal itu disampaikan Indra dalam Talkshow Perburuhan Nasional bertema 'Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia' yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1).
Yulina memimpin bisnis yang memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Nusantara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved