Jumat 25 Oktober 2019, 15:45 WIB

Amran Tuding Data BPS Permainan Mafia, SYL tidak Gubris

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Amran Tuding Data BPS Permainan Mafia, SYL tidak Gubris

MI/PIUS ERLANGGA
Menteri Pertanian periode 2014-2019 Andi Amran Sulaiman berpelukan dengan Mentri Pertanian periode 2019-2024 Syahrul Yasim Limpo.

 

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) tidak menggubris pernyataan pendahulunya Amran Sulaiman yang menyebut data pertanian Badan Pusat Statistik (BPS) tidak akurat dan hanya bagian dari permainan mafia.

SYL menekankan pihaknya akan terus bersinergi dengan BPS untuk menyediakan satu data valid yang nantinya akan digunakan seluruh instansi dan lembaga di Tanah Air.

"Kami bersama BPS akan membentuk satu data nasional. Jangan ada lagi data-data yang berbeda dan membingungkan," ujar SYL di kantornya, Jakarta, Jumat (25/10).

Data BPS, lanjutnya, adalah data negara yang harus dipedomani semua instansi di Indonesia. Bahkan hal itu sudah diatur di dalam undang-undang.

"Kalau ada yang bias, itu pasti hanya faktor teknis saja dan itu bisa kita benahi bersama," jelas dia.

Baca juga: Amran Sebut Data Sawah BPS adalah Data Mafia

Berdasarkan pengalamannya sebagai gubernur, ia menyebut BPS dan Kementan kerap mengukur luas ubinan sawah secara terpisah.

Ke depannya, cara tersebut akan dihilangkan. Pihaknya akan berkolaborasi BPS dengan mengirim tim gabungan yang akan mengukur luas ubinan secara bersama-sama.

"Jadi nanti, kalau perlu, sama Kementerian Perdagangan dan Perindustrian, kami ukur setiap ubinan itu bersama-sama. Setiap ubinan diukur empat departemen. Dengan begitu hasilnya kita pastikan jadi satu," jelas SYL.

Selain menggunakan tenaga sumber daya manusia, mantan Gubernur Sulsel itu juga akan memanfaatkan tekonologi yang sudah canggih untuk membantu memghimpun data secara lebih baik.

"Kami akan gunakan citra satelit. Itu akan sangat membantu. Pantauan bisa dilakukan dengan," tuturnya.

Nantinya, satu data yang dihasilkan akan menjadi data BPS. Namun itu merupakan hasil dari kolaborasi dari banyak lembaga yang terkait.

"Ini memang data BPS tapi yang telah diklarifikasi semua departemen. Jangan ada data Kementan lagi. Data Kementan ada di data BPS," tegas SYL. (OL-2)

Baca Juga

Freepik.com

Kebutuhan Tenaga Kerja Tinggi, Qyusi Global Indonesia Bakal Ekspansi Bisnis Manpower Supply

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 10:55 WIB
Direktur PT Qyusi Global Indonesia Eko Budi Sektiono menuturkan jasa manpower supply miliknya akan memudahkan bagi klien perusahaan dalam...
Ist/DPR

Anggota DPR: Jati Diri Koperasi Berbeda dengan Sektor Jasa Keuangan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 10:03 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam menegaskan, jati diri koperasi seharusnya tidak memasuki ranah sektor jasa...
DOK Pribadi.

Inspired Parfum Lokal ini Klaim Pertama Raih Sertifikat BPOM

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 05:00 WIB
Farah parfum merupakan brand lokal Jakarta yang lahir pada 2017 dan menjadi yang pertama memiliki sertifikat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya